CEO tiga perusahaan restoran cepat saji besar sedang saling adu keunggulan. Menu burger jadi senjata untuk menyerang satu sama lain.
Industri makanan cepat saji global dikenal sangat kompetitif. Tiga nama besar seperti, Burger King, McDonald's, dan Wendy's, selama puluhan tahun bersaing ketat memperebutkan pelanggan burger di seluruh dunia.
Namun persaingan ini menarik perhatian publik ketika para petinggi perusahaan tersebut saling menyindir satu sama lain. Fenomena ini bukan sekadar candaan di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi para CEO mencoba produk kompetitor justru menjadi strategi komunikasi yang menarik perhatian. Netizen seolah dihibur dan diperlihatkan bagaimana persaingan industri fast food semakin kreatif.
Aksi CEO McDonald's mengulas menu terbarunya sendiri menuai sorotan. Foto: Sites News |
1. CEO McDonald's
Pemimpin McDonald's, Chris Kempczinski, menjadi sorotan setelah mencicipi menu terbaru dengan nama Big Arch. Gigitannya yang kecil dinilai sebagai gigitan burger terkecil di dunia serta gayanya yang terkesan tak natural menuai komentar.
Ia mengaku pernah mencicipi burger dari brand lain untuk mengetahui bagaimana rasa, kualitas bahan, hingga konsep menu yang mereka tawarkan. Menurutnya, pengalaman tersebut membantu memahami apa yang membuat pelanggan tertarik pada sebuah produk.
Namun Kempczinski juga tetap percaya diri dengan kekuatan menu andalan McDonald's. Produk seperti Big Mac dan Quarter Pounder dianggap memiliki ciri khas yang sulit ditiru oleh kompetitor.
Komentarnya ini memicu berbagai reaksi dari penggemar burger. Banyak yang merasa menarik melihat seorang CEO restoran terbesar di dunia secara terbuka mengakui bahwa ia juga mencoba makanan dari pesaingnya.
Aksi serupa dilakukan oleh CEO Wendy's yang juga menyindir menunya sendiri. Foto: Sites News |
2. CEO Wendy's
Jika McDonald's terlihat diplomatis, pendekatan berbeda datang dari pemimpin Wendy's. Kirk Tanner, CEO Wendy's, dikenal lebih santai dan berani dalam membicarakan persaingan.
Wendy's sendiri memiliki reputasi sebagai brand yang cukup vokal ketika menyindir kompetitor di media sosial. Gaya komunikasi mereka sering kali penuh humor, tetapi tetap menyampaikan kepercayaan diri dengan kualitas burger yang dimiliki.
Dalam beberapa kesempatan, pihak Wendy's tidak ragu membandingkan burger mereka dengan produk dari McDonald's maupun Burger King.
"Tentu saja patty kami segar, bukan dari daging beku. Makan burger juga bisa dipadukan dengan frosty (es krim khas Wendy's). Oh ya, mesin es krim kami juga selalu berfungsi," ujarnya.
Ulasannya tersebut menuai pembicaraan di internet. Bahkan berhasil membuat CEO dari restoran rivalnya ikut meramaikan persaingan burger ini.
CEO burger King ikut meramikan adu burger antar restoran cepat saji ini. Foto: Sites News |
3. CEO Burger King
Di sisi lain, pimpinan Burger King juga tidak tinggal diam. CEO dari perusahaan induknya, Josh Kobza, pernah menyinggung pentingnya memahami apa yang dilakukan pesaing.
Ia mengakui bahwa mencicipi burger dari merek lain merupakan bagian dari riset pasar yang wajar dalam industri makanan cepat saji. Meski demikian, Kobza tetap menegaskan bahwa Burger King memiliki identitas yang berbeda dari pesaingnya
Salah satu yang paling menonjol adalah teknik memasak flame-grilled yang memberikan aroma asap khas pada burger mereka. Produk seperti Whopper menjadi senjata andalan yang digunakan dalam persaingan ini.
Simak Video "Ayam Bakar Madu, Sajian Special di Hari Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN