China memang dikenal dengan kulinernya yang beragam. Bahkan di negara ini banyak kuliner ekstrem, diolah dari kepala kelinci hingga testis hewan.
Selain makanan tradisional yang kaya rasa dan rempah, China juga dikenal punya berbagai macam makanan unik. Beberapa bahkan bisa dibilang 'ekstrem' karena dibuat dari bahan tidak biasa.
Kuliner ekstrem yang hadir di China disebabkan oleh budaya mereka yang tidak membuang bagian apapun dari hewan. Budaya ini berkembang dan telah menjadi keahlian masyarakat China untuk mengolah bahan yang jarang tersentuh di kuliner negara lain.
Dilansir dari tradisikuliner.com pada Kamis, (8/5/2025), kuliner ekstrem di China terus melekat sampai saat ini karena nilai budaya dan tradisional yang dianut oleh masyarakat negara tersebut. Di China makanan tak sekadar tentang rasa, tetapi juga filosofi, kesehatan, dan kebanggaan daerah.
Masyarakat di negara lain mungkin menganggap kuliner ekstrem China adalah sebuah uji nyali. Namun bagi mereka, kuliner ini bagaikan makanan sehari-hari atau bagian dari makanan masa kecil.
Lantas, makanan ekstrem apa saja yang ada di China? Dilansir dari South China Morning Post pada Minggu, (2/3/2025), berikut 4 daftarnya!
1. Kepala Kelinci
Kelinci merupakan salah satu makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat provinsi Sichuan. Bahkan sekitar 95% penduduk di provinsi tersebut mengonsumsinya. Hal ini menimbulkan lelucon kalau tidak ada kelinci yang bisa meninggalkan Sichuan hidup-hidup.
Di negara lain, seperti Indonesia, mungkin hanya bagian daging kelinci yang dimakan untuk diolah menjadi sate. Namun tidak dengan penduduk Sichuan yang suka memakan bagian kepalanya.
Biasanya penduduk Sichuan mengolah kepala kelinci dengan tambahan chili oil atau minyak cabai dan cabai tambahan lain.
Hidangan kepala kelinci ini rata-rata dijual sekitar 10 sampai 20 yuan atau Rp 23.402 atau Rp 46.804. Makanan ini juga bagian dari jajanan kaki lima di China dan biasa dimakan bersama dengan minuman bir.
2. Kopi ulat
Kopi ulat juga termasuk bagian kuliner unik dan ekstrem di China. Hal ini dimulai dari sebuah kafe di Yunnan yang menawarkan racikan kopi dicampur ulat goreng. Selain menu ulat bamboo americano, ada juga latte belalang, dan latte lebah.
Menurut pemiliknya, menu kopi ini terinspirasi dari tradisi lokal yang memang terbiasa mengonsumsi ulat.
Pemilik kafe bernama Xu Qing mengungkap kalau ulat mereka punya aroma harum dan teksturnya krispi karena telah digoreng menggunakan teknik deep fried. Mereka juga bisa memberi tambahan garam jika pelanggan ingin.
"Ini adalah produk yang bisa diminum dan dimakan dalam waktu bersamaan," ujar Xu Qing kepada Chunchong Evening News.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
(aqr/adr)