Kopi kerap diracik dengan tambahan susu. Namun di balik kenikmatannya, menambahkan susu ke kopi disebut bisa menghambat penyerapan nutrisi. Ini faktanya!
Kopi sering dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan berkat kandungan senyawa antioksidannya. Namun, cara menikmati kopi ternyata juga bisa memengaruhi penyerapan senyawa tersebut.
Salah satunya dengan tambahan susu ke dalam kopi. Kebiasaan yang membuat kopi lebih creamy ini disebut dapat mengurangi penyerapan asam klorogenat dalam tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apakah semua jenis susu memberikan efek yang sama? Dikutip dari NutritionFacts.org (25/1/24) berikut penjelasannya.
1. Kopi Mengandung Asam Klorogenat
Kopi Mengandung Asam Klorogenat Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW |
Kopi mengandung asam klorogenat, salah satu jenis polifenol yang punya sifat antioksidan. Senyawa ini diduga berperan dalam sejumlah manfaat kesehatan dari kopi.
Asam klorogenat juga dikaitkan dengan efek pada peradangan, fungsi paru, sensitivitas insulin, dan depresi. Senyawa ini bahkan dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam beberapa jam.
Namun, kandungan asam klorogenat tiap kopi bisa berbeda jauh. Penelitian terhadap lebih dari 100 jenis kopi menemukan perbedaannya bisa mencapai lebih dari 30 kali lipat.
2. Tingkat Sangrai Pengaruhi Kandungan Kopi
Proses sangrai ternyata berpengaruh terhadap kadar asam klorogenat dalam kopi. Semakin gelap tingkat sangrai, semakin banyak senyawa ini yang dapat rusak.
Kopi dark roast disebut bisa kehilangan hampir 90% kandungan asam klorogenatnya. Sementara itu, perbedaan antara medium-light dan medium roast tidak terlalu signifikan.
Kafein justru relatif stabil selama proses sangrai. Karena itu, pilihan tingkat sangrai bisa menjadi pertimbangan jika ingin mendapat lebih banyak senyawa polifenol dari kopi.
3. Susu Bisa Menghambat Penyerapan
Susu Bisa Menghambat Penyerapan Foto: Getty Images/iStockphoto/ |
Penambahan susu pada kopi ternyata dapat memengaruhi penyerapan asam klorogenat. Dalam penelitian pada manusia, kopi dengan susu menghasilkan lebih sedikit senyawa ini dalam aliran darah.
Penyerapan asam klorogenat turun lebih dari setengah ketika kopi diminum bersama susu. Protein susu diduga mengikat senyawa dari kopi sehingga lebih sulit diserap tubuh.
Efek serupa juga ditemukan pada beberapa makanan kaya polifenol. Protein susu diketahui dapat berikatan dengan senyawa tanaman dan mengurangi aktivitas antioksidannya.
4. Susu Kedelai Berbeda dengan Susu Sapi
Susu kedelai ternyata tidak menunjukkan efek yang sama seperti susu sapi pada penyerapan senyawa kopi. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kopi hitam dan kopi dengan susu kedelai.
Protein kedelai memang dapat berikatan dengan senyawa dari kopi di usus halus. Namun, bakteri baik di usus dapat membantu melepaskan kembali senyawa tersebut.
Karena itu, penambahan susu kedelai tampaknya tidak banyak menghambat penyerapan polifenol kopi. Temuan ini berbeda dengan efek yang terlihat pada susu berbasis sapi.
5. Bagaimana dengan Susu Nabati Lain?
Ilustrais susu untuk campuran kopi. Foto: Getty Images/Waqar Hussain |
Susu almond, beras, dan kelapa diperkirakan memiliki efek penghambatan yang lebih kecil. Alasannya, ketiga jenis susu tersebut umumnya memiliki kandungan protein yang rendah.
Namun, efeknya terhadap penyerapan senyawa kopi belum diuji secara langsung. Karena itu, belum bisa dipastikan apakah susu nabati tersebut benar-benar tidak menghambat manfaat polifenol kopi.
Jika ingin memaksimalkan asupan senyawa dari kopi, kopi hitam bisa menjadi pilihan. Tingkat sangrai juga perlu diperhatikan karena roasting yang lebih gelap dapat mengurangi asam klorogenat.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN