Warisan budaya yang diakui UNESCO tidak sekadar bangunan atau benda tertentu. Namun, tradisi kuliner khas berbagai negara juga banyak diakui, seperti 5 tradisi ini.
UNESCO yang merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikenal memiliki upaya global untuk melestarikan warisan peradaban, memperkuat identitas suatu negara, serta mencegah kepunahan pengetahuan tradisional. Tak heran jika banyak bangunan bersejarah, objek tertentu, sampai suatu kuliner khas diakui oleh organisasi ini.
Dalam konteks kuliner, Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda UNESCO juga memasukkan sejumlah kategori lebih luas, seperti festival kuliner, teknik produksi dan panen, dan tradisi kuliner yang lezat dan inovatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal tradisi kuliner, UNESCO mengakui sejumlah tradisi di berbagai negara, mulai dari tradisi kopi Arab sampai pembuatan kimchi di Korea.
Dilansir dari strainsider.com (7/7/2026), berikut 5 tradisi kuliner dunia yang diakui oleh UNESCO.
1. Kopi Arab
Tradisi kopi Arab masuk ke dalam daftar UNESCO. Foto: Pinterest |
Menyajikan dan meminum kopi Arab merupakan ritual harian yang dilakukan oleh komunitas, kelompok, dan individu di Oman, Qatar, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Praktek ini berlangsung lama dan berkaitan dengan kebiasaan serta aturan etiket tertentu yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
UNESCO menyebut sejak masa lampau, masyarakat Arab mempercayai bahwa menyajikan kopi adalah salah satu bentuk keramahtamahan dan cara bersosialisasi. Uniknya, tradisi meracik dan menyajikan kopi ini tidak pernah diajarkan secara khusus. Namun, masyarakat yang hidup di Arab, terutama perempuan, belajarnya dengan memerhatikan dan meniru cara orang tuanya menyajikan kopi.
Untuk menyajikan kopi Arab yang enak, kuncinya ada pada cara mempersiapkan biji kopi sebelum diseduh dan disajikan. Selain itu, proses penyeduhannya menggunakan tanah yang kini diganti dengan kuwar, atau tanah liat dibuat sebagai lubang untuk meletakkan kerikil dan lempengan batu.
Racikan kopi Arab juga unik karena didominasi oleh rempah kapulaga yang dimemarkan atau digiling hingga halus, baru dicampur ke kopi. Menghasilkan aroma dan rasa kopi yang wangi alami dengan sentuhan rempah hangat.
2. Pembuatan roti baguette di Prancis
Pembuatan roti baguette di Prancis juga masuk dalam daftar warisan budaya. Foto: Getty Images/LOVE_LIFE |
Pada tahun 2022, UNESCO resmi memilih roti baguette sebagai simbol roti Prancis untuk masuk ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda.
Bagi negara Prancis, roti baguette merupakan salah satu hal penting. Roti ini memang sudah menjadi bagian masyarakat Prancis sejak dulu, tetapi belum ada penamaan resmi. Hingga di tahun 1920, barulah roti ini tercatat sebagai jenis roti.
Roti ini dianggap mewah karena dibuat menggunakan bahan-bahan yang bertahan lebih lama dibandingkan jenis roti lainnya. Barulah di awal abad ke-2, banyak masyarakat Prancis bisa membeli dan melihat roti ini dijual di toko roti atau bistro.
Sayangnya seiring waktu, banyak toko roti tutup karena berjuang melawan meningkatnya supermarket dan peningkatan popularitas terhadap adonan sourdough. Hal ini akhirnya membuat PBB menyadari nilai pada roti Prancis tersebut dan akhirnya PBB mengumumkannya dalam daftar warisan dunia.
3. Pemburuan dan ekstraksi truffle di Italia
Tak hanya jamurnya, proses pemburuannya truffle juga diakui sebagai warisan budaya. Foto: Istimewa/DailyMail |
Pemburuan truffle di Italia merupakan tradisi yang berlangsung selama berabad-abad di wilayah, seperti Piedmont, Umbria, Tuscany, dan Emilia-Romagna.
Pada Desember 2021, tradisi pemburuan truffle di Italia masuk ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengakuan ini diberikan karena tradisi tersebut merupakan kombinasi pengetahuan leluhur, pelestarian lingkungan, serta hubungan batin unik antara manusia, hewan, dan alam.
Truffle merupakan jamur istimewa yang punya harga mahal, aromanya spesial, dan rasanya nikmat. Sayangnya proses pengambilannya istimewa. Truffle yang tumbuh di bawah tanah tidak bisa dipanen langsung oleh manusia. Butuh bantuan indera penciuman anjing terlatih untuk menemukan lokasi tumbuhnya jamur ini. Pemburu truffle juga harus mengerti kondisi cuaca, lingkungan, dan vegetasi di sekitarnya.
4. Pusat jajanan kaki lima unik di Singapura
Budaya jajanan kaki lima di Singapura atau sering disebut sebagai hawker stall center, mencerminkan beragam makanan kaki lima yang disiapkan dan dijual di ruang ramai. Di sini pelanggan bisa menikmati menu beragam, menampilkan masakan Melayu, India, dan China yang mencerminkan masyarakat multikultural Singapura.
Pengalaman bersantap yang menyenangkan ini ditambahkan ke dalam daftar UNESCO pada tahun 2020 karena dianggap sebagai ruang makan komunal yang menyatukan berbagai masyarakat multikulturan dan menjadi identitas sosial yang kuat di tengah perkotaan.
5. Kimjang, pembuatan kimchi di Korea
Pada akhir musim gugur, keluarga Korea berkumpul untuk melakukan tradisi kimjang. Kimjang merupakan sebuah kegiatan membuat kimchi dalam jumlah besar sebagai persiapan musim dingin.
Kimchi, makanan fermentasi khas Korea ini terbuat dari sawi putih, timun, lobak, dan lain sebagainya. Kimchi pun bisa bertahan dalam waktu lama dan dikenal sebagai makanan tradisional yang lezat, segar, dan menyehatkan.
Tradisi kimjang yang masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2013 merefleksikan semangat solidaritas sosial hingga kebersamaan antarwarga Korea Selatan dalam mengolah makanan fermentasi tradisional.
Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN