5 Mitos Kentang Goreng Ini Banyak Dipercaya, Ini Faktanya

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 13 Mei 2022 14:30 WIB
Efek Konsumsi Kentang Goreng Terlalu Sering Foto: Getty Images/iStockphoto/Jobrestful
Jakarta -

Jadi makanan favorit di dunia, kentang goreng juga punya banyak mitos. Benarkah semua kentang goreng vegan? Apakah kentang goreng cocok dibuat dari semua jenis kentang?

Kentang goreng merupakan olahan kentang populer di banyak negara. Kerenyahan kentang goreng dengan balut an bumbu gurih di permukaannya enak disantap kapanpun. Menu ini biasanya mudah ditemukan di restoran cepat saji (fast food).

Ada banyak informasi menarik soal kentang goreng, termasuk mitos-mitos yang selama ini banyak dipercaya. Sebut saja soal anggapan kentang goreng adalah 100% menu vegan, tapi faktanya tak seperti itu.

Lantas apa saja mitos kentang goreng yang populer, namun sebenarnya keliru. Berikut detikfood merangkum faktanya dari Mashed (10/5):

1. Semua kentang goreng vegan

Mendengar bahan baku utamanya yang berupa kentang, hampir semua orang berasumsi kalau kentang goreng adalah makanan nabati dan bisa dikonsumsi pelaku vegan maupun vegetarian. Faktanya tidak seperti itu.

Semua bergantung pada proses memasak di mana mungkin ada penambahan bahan-bahan hewani seperti lemak, perasa, atau susu pada kentang goreng. Karenanya penting untuk selalu mengecek daftar komposisi bahan jika kamu memang ingin beli kentang goreng yang 100% nabati.

Lalu tanyakan juga pada pihak restoran jika kamu membeli kentang goreng matang di luar. Di restoran McDonald's, misalnya, kentang goreng mungkin ditambahkan susu terhidrolisis dan perasa daging sapi alami yang membuatnya bukan menjadi produk vegan.

2. Makan kentang goreng sama sehatnya dengan kentang utuh

10 Fakta Kentang Goreng McDonald's, Menu Terpopuler yang Gurihnya Nagih!Foto: Shutterstock via Eat This, Not That!

Mitos soal kentang goreng selanjutnya adalah soal nutrisi kentang goreng yang dianggap sama seperti kentang utuh. Faktanya keliru. Kentang utuh yang dimakan bersama kulitnya dan dipanggang menjadi sumber serat, potassium, vitamin B6 hingga vitamin C.

Tapi menurut Nutrition Letter, ketika kulit kentang dikupas, yang mana jamak dilakukan saat membuat kentang goreng, maka nutrisinya sudah banyak yang hilang. Terlebih kentang goreng melalui proses penggorengan yang meningkatkan jumlah kalorinya.

Tak hanya itu, kentang goreng juga biasanya diberi garam dan aneka bumbu perasa lain yang membuatnya tidak sesehat yang dibayangkan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition bahkan mengungkap, mereka yang makan kentang goreng lebih dari 2 kali per minggu, memiliki risiko 2 kali lebih besar alami kematian dini.

3. Semua kentang cocok diolah jadi kentang goreng

Meski semua kentang terlihat mirip, faktanya tak semua kentang cocok dijadikan kentang goreng. Jenis kentang terbaik untuk diolah jadi kentang goreng adalah russet. Nama lainnya kentang Idaho yang tinggi kandungan pati dan rendah kelembapan yang membuatnya cocok digoreng.

Memakai kentang russet juga memungkinkan tekstur kentang goreng bisa renyah sempurna di bagian luar dan tengahnya tidak bolong. Jenis kentang lain yang bisa dipakai adalah kentang berpati lain seperti Gold Rush, King Edward, dan Yukon Gold.

Lalu pilih kentang yang ukurannya sama karena akan memudahkan kamu dalam memotong-motongnya nanti. Pilih kentang yang permukaannya mulus, jangan yang ada spot kehitaman di kulitnya karena berarti kentang sudah tidak prima kualitasnya.

Mitos seputar kentang goreng berikut faktanya masih ada di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com