Sate maranggi legendaris dari Purwakarta kini hadir di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kamu bisa mencicipi sate maranggi daging sapi yang empuk dan juicynya bikin nagih!
Sate Maranggi bisa disantap bersama keluarga saat Idul Adha. Tak perlu jauh-jauh ke Purwakarta karena kini warung sate maranggi legendaris Hj.Yetty sudah hadir di Jakarta. Tempat ini bisa jadi pilihan tepat jika kamu ingin menghabiskan waktu libur dan cuti bersama Idul Adha menyantap hidangan sate lezat.
Gerai pusatnya ada di Purwakarta, sampai saat ini masih ramai disambangi oleh pelancong yang sedang berpergian ke arah Bandung. Namun, di cabang Cempaka Putih, gerainya juga tak kalah ramai, terutama pada jam makan siang, hari libur nasional, serta akhir pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggi, selaku manajer restoran Haji Yetty cabang Cempaka Putih mengungkap, "Kalau ramai-nya itu udah pasti di weekend ya. Di Sabtu-Minggu, di hari libur nasional itu hari-hari yang paling ramenya kita di sini."
Area makan di sini luas dengan fasilitas komplet, mulai dari parkiran, musala, sampai toilet. Area dapurnya juga bergaya terbuka atau open kitchen sehingga kamu bisa sekaligus melihat proses pembakaran satenya. Tetapi tenang saja, area bakarannya jauh dari meja dan kursi makan pengunjung sehingga asapnya tidak akan menganggu.
1. Sate Maranggi Purwakarta yang legendaris
Sate Maranggi Hj.Yetty di Cempaka Putih punya cita rasa yang sama seperti di pusat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Sate maranggi merupakan salah satu makanan khas Purwakarta yang melegenda. Dilansir dari disipusda.purwakartakab.go.id, konon maranggi awalnya merupakan makanan hasil kreasi para pekerja di sebuah peternakan domba Kecamatan Plered.
Saat itu para pekerja hanya bisa menikmati makanan berbahan dasar daging domba di waktu tertentu. Sedihnya lagi, pekerja juga terkadang memakan potongan daging sisa.
Dari sanalah muncul ide para pekerja untuk mengolah daging domba sisa ini menjadi makanan lezat. Akhirnya ditemukan resep yang pas, kemudian daging domba dipotong menjadi bagian kecil dan dimakan secara berkala. Potongan dagingnya juga direndam dalam rempah dengan tambahan gula aren, sehingga menghasilkan cita rasa sendiri.
Awalnya tidak ada nama khusus untuk hidangan ini. Namun di Kecamatan Plered ada warung sate domba tersohor milik Mak Anggi. Seiring berjalannya waktu, penyebutan sate Mak Anggi pun berubah menjadi sate Makanggi, hingga kini lebih dikenal dengan sebutan sate maranggi.
Di Purwakarta, setiap daerah atau kecamatan punya kreasi dan penyajian sate maranggi yang berbeda. Ada yang disajikan dengan sambal tomat, sambal oncom, bahkan ketan bakar sebagai pelengkap.
2. Sate maranggi Hj.Yetty legendaris sejak 1990-an
Sate Maranggi Hj.Yetty di Cempaka Putih punya area yang luas. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Meski banyak warung sate maranggi di Purwakarta, salah satu yang namanya paling banyak dikenal adalah warung Sate Maranggi Hj.Yetty. Tempat ini sudah berdiri sejak era 1990-an dan dikenal mempertahankan cita rasa autentik khas Purwakarta.
"Kalau untuk yang di Purwakarta sendiri itu sudah ada sejak tahun 1990-an, Tapi kalau untuk cabang Cempaka Putih yang di sini khususnya dari tanggal 5 Mei 2023," jelas Anggi.
Seusai namanya, menu andalan di Haji Yetty jelas sate marangi. Sajian sate di sini bergaya Cibungur yang pakai sambal tomat sebagai pelengkap. Meski buka cabang di Jakarta, cita rasa satenya tetap sama seperti di cabang pusat karena semua racikan dan potongan dikirim langsung dari cabang pusatnya.
3. Sate maranggi sapi yang empuk juicy
Begini tampila seporsi sate maranggi sapi yang ditawarkan warung legendaris ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Tersedia pilihan sate maranggi sapi, ayam, dan kambing di warung ini. Harganya pun variatif tergantung jenis daging yang dipilih. Pilihan daging ayam dibanderol dengan harga termurah yaitu Rp 5.000 per tusuk. Sedangkan sapi dibanderol Rp 5.500 per tusuk, dan kambing Rp 6.000 per tusuk.
Menurut Anggi, olahan yang lebih banyak dipesan adalah sate maranggi sapi. Sate yang sudah dibumbui ini dibakar menggunakan arang panas selama kurang lebih 3-5 menit sampai matang dan warnanya berubah menjadi cokelat gelap. Barulah disajikan bersama sambal tomat sebagai pelengkap.
detikFood pesan Sate Maranggi Sapi 10 tusuk dengan total harga Rp 55.000. Setiap tusuknya terdiri dari potongan daging sapi berukuran sedang. Tekstur dagingnya empuk, tidak begitu berserat, dan masih juicy. Rasanya cenderung manis dengan aroma smokey yang menambah cita rasa nikmat pada hidangan ini.
Dimakan begitu saja sebenarnya sudah enak. Namun bisa dibarengi dengan tambahan kecap yang diracik khusus beserta sambal tomatnya. Perpaduan antara daging sapi, sambal, dan kecapnya membuat cita rasanya lebih kompleks, karena ada manis, pedas, dan asam segar dari sambal tomatnya.
Sambal tomat di Haji Yetty juga sangat segar karena agaknya diracik dadakan. Ada potongan tomat melimpah dan cabe rawit diiris kasar berpadu jadi satu.
4. Gulai sapi yang gurih berempah
Tersedia menu gulai sapi yang gurih santan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Selain sate maranggi, Haji Yetty juga menawarkan menu lain yang tidak kalah menarik dicoba. Salah satunya yaitu Gulai Sapi yang semangkuknya dibanderol dengan harga Rp 40 ribu.
Gulai sapi terdiri dari potongan daging sapi empuk dengan aroma khas yang dimasak dengan kuah santan kaya rasa. Rasa kuahnya cenderung manis sedikit gurih. Selain daging ada juga tambahan potongan iga yang tidak begitu banyak, tetapi dagingnya tetap empuk.
5. Soto sapi yang tak kalah nikmat
Sate Maranggi Hj.Yetty juga menawarkan soto sapi daging yang tak kalah lezat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Kalau mencari olahan santan yang rasanya cenderung pedas, bisa pesan Soto Daging Sapi Santan (Rp 40.000). Dari segi tampilan, kurang lebih mirip seperti gulai sapi, tetapi menu ini terlihat lebih menarik karena isiannya juga lebih komplet dan berwarna.
Semangkuk soto terdiri dari potongan daging sapi bertekstur empuk yang cukup besar. Ada juga tambahan tulangan iga, irisan tomat, daun bawang, dan emping sebagai pelengkap.
Rasa kuahnya cenderung gurih asin, tetapi lama kelamaan muncul jejak rasa pedas. Kami menduga rasa pedasnya seperti campuran cabe dan merica yang terasa kuat di tenggorokan tetapi tidak sampai bikin 'nyegrak'.
Sebagai pencuci mulut, bisa pesan buah potongnya yang sudah dikemas dalam cup plastik. Pilihannya mulai dari melon hingga semangka. Harganya Rp 15.000 per cup.
Sate Maranggi Haji Yetty Cempaka Putih bisa menjadi tujuan yang tepat untuk disambangi selama libur lebaran Idul Adha ini. Kamu bisa merasakan olahan daging berkualitas dengan cita rasa sedap dan autentik seperti di Purwakarta langsung.
Jika tertarik bisa mampir ke gerai Sate Maranggi Haji Yetty di Jl. Letjen Suprapto No.Kav. 3, RT.10/RW.7, Cemp. Putih Tim., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10510. Buka pukul 09.00 - 21.00 (Senin - Jumat) dan pukul 22.00 (Sabtu-Minggu).
Simak Video "Cobain Sate Klatak dan Maranggi yang Buka 24 Jam"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN