Ayam goreng basah belakangan viral di kalangan foodies. Kami mencicipi Ayam Goreng Aldi Taher, Bu Iyin, dan Lengket Pamungkas. Dari ketiganya, mana yang unggul?
Ayam goreng basah sedang naik daun dan banyak diburu pencinta kuliner. Ciri khasnya ada pada tekstur ayam yang lembut dengan permukaan sedikit lengket.
Di Jakarta Selatan, ada beberapa tempat yang menawarkan ayam goreng basah dengan racikan berbeda. Mulai dari pilihan nasi, sambal, hingga bumbu pelengkapnya punya ciri khas masing-masing.
Kami mencicipi tiga ayam goreng basah yang sedang viral. Ada Ayam Goreng Bu Iyin, Ayam Goreng Basah Aldi Taher, dan Ayam Goreng Lengket Pamungkas.
Di antara ketiganya, mana yang paling enak dari segi rasa, tekstur, sambal, hingga pelengkapnya?
1. Ayam Goreng Basah Aldi Taher
Ayam Goreng Basah Aldi Taher berlokasi di kawasan Senopati, Jakarta Selatan dan buka 24 jam. Tempatnya luas sehingga nyaman untuk makan kapan saja.
Paket ayam goreng basah dibanderol Rp 38.000. Isinya ayam goreng, jukut goreng, dua jenis sambal, dan pilihan nasi putih, nasi jeruk, atau nasi uduk.
Kami menggunakan nasi jeruk yang teksturnya pulen cenderung lembek dengan sensasi segar. Untuk ayamnya menggunakan jenis ayam pejantan.
Saat kami mencicipi (30/6) gorengnya bertekstur lembut dengan sensasi sedikit lengket. Rasanya seimbang antara gurih, asin, dan manis.
Sambal hijau menawarkan sensasi pedas segar dengan jejak gurih seperti rasa khas ebi. Jukut goreng di sini sudah dipotong-potong, jadi lebih mudah dimakan. Untuk rasanya cenderung manis, bahkan seperti ditambahkan gula pasir.
2. Ayam Goreng Bu Iyin
Ayam Goreng Bu Iyin berada di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan. Antreannya sering panjang, tetapi pergerakan pelayanannya tergolong cepat.
Kami mengantre secara online dengan memindai barcode, sehingga dapat memantau jalannya antrean.
Seporsi paket ayam goreng di sini dibanderol Rp 40.000. Isinya ayam goreng, nasi, jukut, sambal dadak, dan sambal bawang.
Ayam Goreng Bu Iyin agaknya juga menggunakan jenis ayam pejantan. Teksturnya lembut dan lengket, baik bagian dada maupun paha.
Saat kami mencicipinya (25/7), rasa ayam goreng basah di sini gurih, asin, dengan sentuhan rasa manis. Namun masih tetap dominan gurih dan asin. Dua sambalnya gurih dan sedap, tetapi tingkat pedasnya masih ringan. Untuk sambal hijau, terasa aksen cikur atau kencur cukup kuat.
Jika yang tidak terbiasa makan sambal hijau mentah, jenis sambal bawang menjadi pilihan yang tepat.
Untuk jukut gorengnya terasa dominan gurih dan asin, sehingga akan lebih nyaman ketika dimakan berbarengan dengan nasi dan lauk agar tidak terlalu asin.
Makan ayam goreng basah di sini enaknya ditutup dengan segelas Peach Tea seharga Rp 15.000. Rasanya yang manis dan segar, cocok untuk melepas dahaga.
Simak Video "Nikmatnya Ayam dan Sambal Bakar Cobek "
(raf/adr)