×
Ad

Mau Langsing saat Puasa? Ini 5 Tips Diet Sehat Selama Ramadan

Sonia Basoni - detikFood
Selasa, 03 Mar 2026 10:00 WIB
Foto: Getty Images/Farknot_Architect
Jakarta -

Bulan Ramadan kerap menjadi momen yang tepat untuk memulai pola hidup lebih sehat, termasuk menurunkan berat badan. Ini tips diet yang bisa diterapkan selama Ramadan

Meski waktu makan terbatas dari berbuka hingga sahur, bukan berarti upaya diet harus terhenti selama Ramadan. Dengan perencanaan yang tepat, puasa justru dapat membantu mengontrol asupan kalori, menjaga metabolisme, dan memperbaiki pola makan.

Kunci utamanya terletak pada pemilihan jenis makanan dan minuman, pengaturan porsi, serta tetap melakukan aktivitas fisik secara terukur. Menghindari minuman tinggi gula, membatasi gorengan, serta memperbanyak asupan protein dan sayuran menjadi langkah penting agar berat badan tetap terkendali.

Dilansir dari Diet Plan (02/03/2026), berikut panduan menurunkan berat badan selama Ramadan menurut Dr. Sonal Kolte, seorang ahli gizi asal India.

1. Perbanyak Konsumsi Air Putih dan Cairan Sehat

Air putih. Foto: Getty Images/AntonioGuillem

Saat buka puasa, minuman manis seperti sirup, jus kemasan, dan es buah kerap menjadi pilihan utama. Padahal, minuman tersebut mengandung gula dan kalori tinggi yang dapat menghambat program penurunan berat badan.

Sebagai alternatif, pilih air putih atau teh tawar. Menyantap satu butir kurma dan segelas air putih saat buka puasa dapat membantu tubuh beradaptasi setelah berpuasa. Air putih tidak mengandung kalori dan membantu proses pembakaran lemak lebih optimal.

Selain itu teh hijau, teh melati, teh hibiscus, dan blue tea juga dapat menjadi pilihan untuk berbuka puasa karena mengandung antioksidan, serta membantu meningkatkan metabolisme dan menekan nafsu makan berlebih setelah berbuka.

2. Olahraga di Waktu yang Tepat

Aktivitas fisik tetap diperlukan selama Ramadan untuk menjaga metabolisme dan mencegah penumpukan lemak saat sahur atau buka puasa. Banyak orang menghindari olahraga selama Ramadan karena merasa energi menurun saat berpuasa. Namun, menghentikan aktivitas fisik selama satu bulan penuh justru kurang baik bagi kesehatan.

Waktu yang disarankan untuk olahraga ringan oleh ahli gizi adalah sekitar 30 menit sebelum sahur atau dua hingga tiga jam setelah berbuka puasa. Pada waktu tersebut, tubuh memiliki energi yang cukup sehingga tidak mudah lelah atau mengalami dehidrasi.

Olahraga juga membantu menjaga kesehatan jantung dan pernapasan, mengurangi rasa lesu, serta meningkatkan fungsi kognitif agar tetap fokus selama menjalani ibadah puasa. Pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh, misalnya jalan santai yang bisa dilakukan di mana saja.

3. Batasi Gula, Garam, Tepung Putih, dan Makanan Berlemak

Gorengan. Foto: Getty Images/Ika Rahma



Gorengan seperti bakwan hingga tahu isi dan aneka makanan berlemak memang menggoda ketika waktu berbuka. Namun, makanan olahan dan gorengan umumnya tinggi gula, garam, lemak, serta kalori. Kandungan lemak trans pada makanan yang digoreng dapat memicu penumpukan lemak viseral, terutama di area tubuh bagian bawah.

Konsumsi garam berlebihan juga menyebabkan tubuh menahan cairan sehingga memicu pembengkakan dan kenaikan berat badan. Makanan berat dan tinggi kalori dapat mengganggu keseimbangan asupan serta penggunaan kalori harian.

Karena itu, penting untuk kita menerapkan pola makan yang seimbang dengan membatasi makanan tinggi kalori agar indeks massa tubuh tetap terkontrol selama Ramadan.



Simak Video "Video: Jangan Lupa Makan Sayur Buah Saat Sahur untuk Tahan Lapar!"


(sob/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork