×
Ad

7 Tips Bikin Kastengel Emping Cake ala Chef Yongki Gunawan yang Unik dan Enak

Atiqa Rana - detikFood
Sabtu, 14 Mar 2026 13:00 WIB
Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Jakarta -

Chef Yongki Gunawan membagikan resep dan tips membuat kue lebaran yang unik dan enak. Berupa kastengel cake yang dimodifikasi dengan emping. Begini tips bikinnya!

Kehadiran kue lebaran sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia selama perayaan hari raya Idul Fitri. Umumnya kue yang disajikan berupa kue-kue kering, seperti nastar, kastengel, hingga putri salju.

Namun jika bosan dengan kue kering seperti itu, kamu bisa bikin kue yang berbeda tetapi masih punya unsur kue lebaran khas.

Chef Yongki Gunawan membagikan ide membuat kue lebaran yang antimainstream tetapi tetap khas dan mudah dibuat. Berupa kastengel tetapi dibuat versi cake yang ditambah emping melinjo.

Kastengel emping cake ala chef Yongki Gunawan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

"Kali ini saya bikin kue yang lain daripada yang lain, yaitu kastengel emping cake. Nah kastengel itu ada empingnya. Tau gak emping? emping melinjo. Jadi ada keju rasa emping-emping gitu kemudian dibikin pake cake. Nanti bisa dibikin satu minggu sebelum lebaran," jelas chef Yongki.

Dalam pembuatan kastengel emping cake terdapat beberapa tips yang bisa diperhatikan. Mulai dari pemilihan bahan hingga teknik-teknik khusus supaya cakenya tidak bantet. Begini tipsnya!

1. Pakai mentega dan margarin

Perhatikan bahan-bahan yang digunakan, terutama penggunaan mentega dan margarin. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Dalam setiap resep membuat kue, chef Yongki selalu menggunakan mentega (butter) dan juga margarin.

Mentega merupakan produk susu yang terbuat dari lemak susu atau krim dikocok hingga memisahkanbagian padatnya (mentega) dari buttermilk cair.

Sedangkan margarin dibuat dari minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, minyak kedelai, minyak jagung, hingga minyak bunga matahari. Minyak ini yang emudian diproses melalui hidrogenasi parsial atau interesterifikasi sampai mencapai tekstu padat, seperti mentega.

Menurut chef Yongki kedua bahan ini sebenarnya punya fungsi sama dalam adonan kue. Chef Yongki mencampur keduanya agar adonan kue lebih sehat dan memenuhi indeks glikemik maksimal 50.

Sebab, kedua bahan ini memiliki profil nutrisi yang berbeda di mana mentega kaya akan lemak jenuh. Sedangkan margarin tidak mengandung kolesterol tetapi beberapa jenis bisa mengalami hidrogenasi parsial tinggi yang akhirnya mengandung lemak trans.

"Terserah butternya bisa dari merek apa aja. Kemudian kita kasih margarin juga supaya nggak terlalu fat (berlemak) dan makanan itu lebih sehat," ujar chef Yongki.

2. Pilih terigu berprotein rendah atau sedang

Penting untuk memperhatikan tipe tepung yang digunakan. Kalau untuk membuat cake atau heavy dough, chef Yongki merekomendasikan penggunaan tepung berprotein rendah atau sedang.

"Jangan protein tinggi nanti dia kering," ujar chef Yongki. Dalam resep ini chef Yongki juga menambah maizena (tepung jagung) ke dalam tepung terigu agar adonanvlebih lembut.

3. Kocok pakai mixer dengan kecepatan naik perlahan

Proses mixing menggunakan mixer juga perlu diperhatikan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Dalam mencampur adonan, chef Yongki membebaskan penggunaan stand mixer maupun hand mixer. Hal terpenting yaitu memperhatikan kecepatannya.

"Ini kita kocok pertama speed rendah. Masalahnya buat apa, kalau rendah itu supaya terigunya dan gulanya gak terbang-terbang. Sampai dia ke aduk dulu. Baru pindah ke kecepatan tinggi," jelas chef senior ini.

Waktu pencampuran donan dengan kecepatan tinggi bisa dilakukan sekitar 5 menit saja.

Adonan kue yang dikocok dengan mixer menurut chef Yongki juga tidak perlu sampai kalis. Hal terpenting bagian yang mengandung butter perlu dikocok sampai putih.

"Setelah putih, baru masukkan telur sama adonan terigu itu gantian," ujarnya.



Simak Video "Resep Kue Sagu dengan Macadamia"


(aqr/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork