Bagi sebagian orang berhenti minum kopi saat ramadan bukan hal mudah. Ternyata ada kelebihan dan kekurangannya jika tetap konsumsi kopi selama bulan puasa.
Bagi pencinta kopi, berhenti meneguk segelas asupan kafein bukan hal yang mudah. Padahal selama bulan ramadan, bagi Muslim yang menjalankan puasa, disarankan untuk meminimalisir asupan kopinya.
Hal ini lantaran efek samping kopi yang dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi tubuh ketika berpuasa. Seperti efek diuretik hingga gangguan kualitas tidur jika dinikmati saat malam hari setelah buka puasa.
Namun, di sisi lain, minum kopi juga menawarkan banyak manfaat. Salah satunya dengan tetap menjaga fokus dan energi selama seharian penuh.
Ternyata ada kelebihan dan kekurangan konsumsi kopi selama bulan ramadan dilansir dari Rafahia Coffee.
Baca juga: Sperma Ikan Lagi Viral Dikonsumsi di Jepang, Berani Coba?
Khasiat Minum Kopi Selama Ramadan
1. Meningkatkan Fokus
Salah satu keunggulan utama kopi adalah kemampuannya meningkatkan fokus dan konsentrasi. Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga rasa kantuk berkurang dan kewaspadaan meningkat.
Selama ramadan, banyak orang mengalami perubahan pola tidur karena bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut setelah tarawih. Efek stimulasi ini membuat otak terasa lebih "segar" dan siap beraktivitas seperti biasa.
2. Kaya Antioksidan
Kafein dapat merangsang pelepasan dopamin dan serotonin, dua hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia dan relaksasi. Saat berpuasa, sebagian orang merasa lebih mudah lelah atau sensitif akibat perubahan pola makan.
Minum kopi dalam jumlah wajar setelah berbuka bisa membantu memperbaiki mood dan mengurangi stres. Kebutuhan dopamin dan serotonin ini bisa dilihat dari kebiasaan minum kopi setelah tarawaih.
3. Membantu Metabolisme
Kafein dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Artinya, tubuh membakar energi lebih cepat.
Bagi sebagian orang, konsumsi kopi bisa membantu menjaga berat badan selama Ramadan. Namun jika ditambah gula berlebihan atau krimer tinggi lemak, manfaatnya justru bisa berkurang.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
(dfl/adr)