Kekurangan serat bisa memengaruhi lebih dari sekadar kesulitan buang air besar. Berikut beberapa tanda yang muncul saat tubuh kekurangan serat.
Selain protein yang baik untuk membangun otot besar atau mendukung fungsi otak, ada juga serat yang tak kalah penting untuk tubuh.
Serat merupakan karbohidrat kompleks yang biasanya ditemukan dalam makanan nabati. Serat biasanya melewati sistem pencernaan secara utuh.
Serat juga dikenal dengan kemampuannya untuk meredakan sembelit. Selain itu serat juga bisa mengatur kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, hingga membuat perut terasa kenyang lebih lama.
Mayo Clinic merekomendasikan untuk setiap 1.000 kalori yang dikonsumsi orang dewasa, setidaknya 14 gramnya adalah serat.
Ketika seseorang tidak mendapatkan cukup serat, tubuh akan memberi tahu tanda-tanda mengejutkan. Beberapa gejala juga bisa timbul ketika seseorang tidak mengonsumsi cukup serat.
Lantas, apa saja tanda-tanda yang ditunjukkan? Dilansir dari prevention.com (18/9), berikut 7 tanda yang penting diperhatikan!
1. Sembelit
Para ahli yang disebutkan situs Prevention sepakat bahwa sembelit adalah tanda klasik ketika seseorang membutuhkan lebih banyak serat. Tanpa serat yang cukup, sisa makanan bergerak lambat melalui usus, menjadi keras, dan sulit dikeluarkan.
Jika sudah beberapa hari tidak buang air besar, bisa jadi seseorang kekurangan serat. Asupan serat bisa didapat dari buah-buahan, sayuran hijau, serta biji-bijian utuh. Makanan kaya serat tersebut akan melunakkan feses dan melancarkan pencernaan.
Jangan lupa untuk mencukupi asupan cairan juga, dengan minum air putih minimal dua liter per hari agar serat tidak membuat feses semakin keras.
2. Buang air tidak teratur
Buang air besar yang tidak teratur, tidak nyaman, atau aneh, juga merupakan tanda lain menunjukkan seseorang kekurangan serat.
Serat menambah volume tinja dan membantu melancarkan proses pencernaan. Tanpa serat yang cukup, tinja mungkin keluar tapi volumenya kecil, keras, seperti kerikil. Tanda tersebut menunjukkan jika pembuangan air besar tidak sehat.
3. Selalu merasa lapar
Jika kamu terus menerus ingin makan, ngemil, atau merasa lapar tepat setelah makan, kamu mungkin membutuhkan lebih banyak serat dalam makanan sehari-hari.
Menurut ahli Barrett, serat membantu meningkatkan rasa kenyang dengan memperlambat pencernaan dan meningkatkan perasaan kenyang. Tanpa serat, makanan mungkin tidak terasa memuaskan.
Kekurangan serat juga bisa menyebabkan lonjakan atau penurunan gula darah. Akhirnya seseorang ingin makan makanan manis dan makanan lainnya setelah makan utama.
4. Suasana hati yang buruk
Jika tiba-tiba merasa mudah marah atau kesulitan fokus, ahli Peterson dan Davis mengungkap bisa jadi itu merupakan tanda bahwa seseorang kekurangan serat.
Kekurangan serat dapat memengaruhi suasana hati karena serat membantu mengatur usus. Usus menghasilkan neurotransmitter penting, seperti serotonin pengatur suasana hati, dopamin yang membuat perasaan senang, asam gamma-aminobutirat yang menenangkan, dan glutamat yang bermanfaat bagi otak.
(aqr/adr)