Makanan olahan sering dihindari karena dianggap berisiko untuk kesehatan. Faktanya, ada beberapa makanan olahan yang justru direkomendasikan karena bisa cegah kanker usus besar.
Makanan olahan atau processed food merupakan berbagai makanan yang telah mengalami perubahan dari bentuk aslinya menjadi bentuk lain, melalui proses tertentu. Prosesnya bisa saja meliputi pembersihan, pemanasan, pendinginan, pengeringan, pengalengan, atau penambahan bahan, seperti garam, gula, serta minyak.
Jenis makanan seperti ini kerap dihindari, terutama dalam dunia kesehatan. Pasalnya makanan ini dianggap sama seperti makanan ultra olahan atau (UPF) yang dikenal dengan risiko berbahaya, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Namun, sebenarnya, makanan ultra olahan berbeda dengan makanan olahan biasa. Makanan ultra olahan biasa mengandung bahan-bahan yang dapat memperpanjang umur simpan produk dan seringkali mencakup bahan aditif, pemanis, pewarna, perasa, atau pengawet.
Sedangkan makanan olahan masih memiliki tingkat modifikasi yang jauh lebih sederhana serta alami. Tak heran jika beberapa ahli gizi merekomendasikan makanan olahan yang sebaiknya dikonsumsi setiap minggu. Beberapa makanan olahan tersebut diyakini dapat menurunkan risiko kanker usus besar.
Dilansir dari eatingwell.com (22/9), berikut 5 jenis makanan olahan yang direkomendasikan dikonsumsi setiap minggu!
1. Yogurt
Yogurt merupakan makanan olahan yang direkomendasikan oleh seorang ahli gizi bernama Nichole Andrews, RDN. Menurutnya, makanan olahan ini dapat mencegah kanker kolorektal.
Ia menjelaskan ada bukti kuat yang menghubungkan makanan olahan susu dan kalsium dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Faktanya, penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsumsi kalsium, maka semakin rendah risiko kanker usus besar.
Jika ingin mengonsumsi yogurt, para peneliti menyarankan untuk memilih yogurt tawar atau tanpa pemanis untuk mendapatkan manfaat yogurt tanpa banyak tambahan gula. Jika menginginkan rasa manis, bisa tambahkan topping manis alami, misalnya dari buah atau dari granola.
2. Buah dan sayuran beku
Beberapa buah dan sayuran dijual dalam kondisi frozen atau beku. Hasil produk tersebut biasanya dipetik saat matang optimal, dibersihkan, lalu dibekukan dengan cepat dalam suhu sangat rendah untuk mengunci nutrisi dan mencegah pembusukan.
Meskipun melalui proses pembekuan, buah dan sayuran beku ini masih memiliki nilai gizi yang setara, bahkan lebih tinggi dibandingkan produk segar.
Ahli Stacy Davis RD, LDN, mengungkap jika buah dan sayuran dibekukan pada saat kesegarannya optimal, sehingga nutrisi di dalamnya tetap terjaga. Produk beku juga menawarkan jalan pintas di dapur karena biasanya sudah dicuci, diiris, dipotong dadu, atau bahkan dikupas, sehingga mudah dimasak, dimakan, dan dimasukkan ke dalam hidangan.
Namun, jenis produk beku yang dipilih sangat penting. Pastikan memilih produk sayuran dan buah beku tanpa tambahan garam, gula, atau saus.
(aqr/adr)