Aktor Hollywood Dwayne Johnson "The Rock" membagikan strategi diet ketatnya setelah sukses memangkas bobot tubuh hampir 50 pon atau setara 22 kilogram.
Transformasi bobot tubuh Dwayne Johnson diperlukan demi perannya sebagai "Chicken Man" dalam film petualangan fantasi terbaru, Lizard Music.
Sebelumnya, mantan jawara WWE Championship ini sempat menaikkan bobot tubuhnya hingga mencapai 282 pon (sekitar 128 kg) saat memerankan atlet UFC legendaris, Mark Kerr, dalam film The Smashing Machine.
Mengutip Muscle and Fitness (19/9), aktor berusia 54 tahun ini membeberkan bahwa penurunan berat badan tersebut diraih melalui pendekatan disiplin selama hampir satu tahun, bukan lewat metode instan.
"Saya menghabiskan waktu hampir setahun untuk menurunkan sekitar 50 pon (22 kg), mulai dari saat saya tiba di lokasi syuting The Smashing Machine dengan berat 282 pon (128 kg), hingga berat badan saya saat ini, yaitu 235 pon (sekitar 106 kg)," ungkap The Rock melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Berbeda dari tren penurunan berat badan instan yang marak di Hollywood, Johnson menegaskan bahwa dirinya memilih metode konvensional yang terukur dan mengutamakan kesehatan jangka panjang.
"Saya ingin melakukannya secara bertahap, menurunkan berat badan dengan cara yang cerdas, bijak, dan sehat tanpa tindakan ekstrem," kata sang aktor.
Kunci utama keberhasilannya bertumpu pada manajemen nutrisi harian yang disiplin.
Johnson menerapkan strategi pengaturan asupan karbohidrat terencana, yakni memfokuskan konsumsinya di sekitar jam latihan dan membatasinya secara bertahap setelah beraktivitas fisik.
Selain itu, ia membatasi asupan lemak harian secara ketat di kisaran 50 hingga 60 gram saja per hari. Langkah paling krusial yang membawa perubahan besar pada komposisi tubuhnya adalah eliminasi total asupan gula rafinasi (refined sugars).
"Hal lain yang memberikan dampak sangat besar terhadap kemajuan saya adalah dengan benar-benar menghentikan konsumsi segala jenis gula rafinasi," tegas Johnson.
Menurutnya, perubahan gaya hidup ini membawa dampak positif menyeluruh bagi kesehatan metabolisme, persendian, serta sensitivitas insulinnya.
"Anda melawan diri Anda sendiri," pungkasnya, mengingatkan pentingnya konsistensi dan kesabaran dalam menjalani proses diet.
(adr/adr)