Kopi erat kaitannya dengan saluran pencernaan atau usus. Banyak yang minum kopi untuk membantu melancarkan proses pencernaan. Namun ada juga yang pencernaannya terganggu gegara kopi. Lantas, bagaimana efeknya jika kopi diminum setiap hari?
Selain mendorong energi dan membuat tubuh tetap terjaga seharian, kopi juga erat kaitannya dengan kesehatan saluran pencernaan.
Sebagian orang sengaja minum kopi untuk membantu melancarkan pencernaan, tetapi ada juga yang menganggap kopi bisa menyebabkan saluran pencernaannya tak nyaman.
Jadi apakah kopi baik atau buruk bagi kesehatan usus? Hal ini sebenarnya bervariasi sampai batas tertentu. Penelitian yang disebutkan situs Eating Well menunjukkan bahwa bagi banyak orang, terutama individu yang rentan terhadap sembelit, minum kopi setiap hari bisa menawarkan manfaat potensial yang berkaitan dengan saluran pencernaan.
Namun, bagaimana dengan individu lain? apakah minum kopi setiap hari mendatangkan manfaat bagi saluran pencernaan atau justru risiko bahaya? Dilansir dari eatingwell.com (17/9), berikut penjelasannya!
1. Bikin BAB teratur
Menurut Linda Nguyen, MD, seorang ahli gastroenterologi, kopi memang menjadi minuman luar biasa untuk membangkitkan semangat dan membantu seseorang memulai aktivitas di pagi hari. Namun, kopi juga dapat membangunkan saluran pencernaan.
Salah satu efek pencernaan kopi yang paling terlihat yaitu kemampuannya untuk merangsang aktivitas usus. Cara kerjanya, kopi dapat mengaktifkan refleks gastrokolik, terutama di pagi hari.
Kopi, bahkan yang tanpa kafein juga akan merangsang kontraksi peristaltik yang mempercepat pergerakan melalui usus. Kandungan kafein di dalam kopi juga akan semakin mempercepat motilitas gastointestinal.
Terkait efek kopi dalam mengaktifkan motilitas usus (gerakan kontraksi otot pada saluran pencernaan yang berfungsi mencampur dan mendorong makanan melewati usus), tidak ada yang baik atau buruk karena menurut ahli Nguyen, ini tergantung pada pola buang air besar seseorang dan faktor lainnya.
Misalnya, individu yang rentan terhadap sembelit, secara khusus mungkin mendapat manfaat dari minum kopi setiap hari. Di sisi lain, kopi tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang rentan terhadap diare atau mengalami peningkatan frekuensi buang air besar atau tinja lebih encer.
2. Mendukung mikrobioma usus
Mikrobioma usus merupakan ekosistem mikroorganisme yang hidup di dalam usus, terutama usus besar. Mikroorganisme ini tidak hanya memengaruhi kemampuan seseorang untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan, tetapi juga memainkan peran penting dalam mengatur tingkat peradangan, jalur detoksifikasi, sistem kekebalan tubuh, metabolisme, hormon, dan fungsi otak.
Penelitian yang disebutkan situs ini juga menunjukkan jika usus sehat dan tangguh mungkin disebabkan karena memiliki lebih banyak keanekaragaman mikroba.
Kopi yang kaya akan polifenol berfungsi sebagai bahan bakar bagi mikroba usus yang berspesialisasi dalam kesehatan usus. Minum kopi juga telah dikaitkan dengan peningkatan bakteri baik dan pengurangan bakteri bahaya di usus.
(aqr/adr)