Kenapa Habis Minum Kopi Langsung Ingin BAB? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ngopi Yuk!

Kenapa Habis Minum Kopi Langsung Ingin BAB? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Diah Afrilian - detikFood
Sabtu, 01 Agu 2026 07:00 WIB
Efek Minum Kopi ke Tekanan Darah dan Penjelasannya
Foto: Getty Images
Jakarta -

Minum kopi memunculkan efek mulas ingin BAB pada beberapa orang. Ternyata penyebabnya bukan cuma karena kafein, melainkan juga hormon dan refleks alami usus yang bekerja lebih aktif.

Banyak orang punya kebiasaan memulai hari dengan minum secangkir kopi hangat. Selain membantu tubuh lebih segar, minuman ini juga sering memunculkan efek yang tak terduga.

Tak sedikit penikmat kopi yang merasa mulas ingin Buang Air Besar (BAB) usai menyeruput minuman favoritnya. Efek ini ternyata cukup umum dan telah diteliti para ahli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sering dikaitkan dengan kandungan kafein, ternyata ada beberapa faktor lain yang ikut berperan.

Berikut ini 5 alasan terasa mulas usai minum kopi dilansir dari GoodRx (31/7/2026):

6 Jenis Cangkir Pengaruhi Rasa Kopi, Mana yang Paling Ideal?Ternyata konsumsi kopi dapat merangsang gerakan usus. Foto: Getty Images/iStockphoto/MosayMay

1. Kopi Merangsang Gerakan Usus

Kafein dikenal sebagai zat stimulan yang membuat tubuh lebih waspada. Efeknya ternyata juga dirasakan oleh sistem pencernaan.

ADVERTISEMENT

Kafein membantu meningkatkan gerakan otot di usus besar. Makanan pun bergerak lebih cepat menuju rektum sehingga muncul keinginan buang air besar (BAB).

Beberapa penelitian juga menunjukkan kafein membantu melemaskan sfingter anus. Kondisi ini membuat proses buang air besar terasa lebih mudah.

2. Pelepasan Hormon Gastrin

Saat kopi masuk ke lambung, tubuh memproduksi hormon gastrin. Hormon ini berperan penting dalam proses pencernaan makanan.

Gastrin memicu kontraksi saluran cerna atau peristaltik. Gerakan tersebut membantu mendorong isi usus menuju bagian akhir pencernaan.

Efek ini tidak hanya muncul pada kopi berkafein. Kopi tanpa kafein pun tetap mampu merangsang pelepasan gastrin meski lebih ringan.

3. Kopi Memicu Refleks Gastrokolik

Tubuh memiliki refleks alami bernama gastrokolik. Refleks ini aktif setelah seseorang makan atau minum.

Saat refleks bekerja, usus besar terdorong menggerakkan feses ke arah rektum. Inilah yang membuat keinginan BAB muncul lebih cepat.

Refleks gastrokolik juga lebih aktif pada pagi hari. Sehingga secangkir kopi pagi sering terasa lebih ampuh memicu BAB.

Latte artBahkan efek kopi decaf disebut sama dengan kopi yang mengandung kafein penuh. Foto: Emma Smith/Unsplash

4. Efek pada Kopi Decaf

Banyak orang mengira hanya kopi berkafein yang memicu BAB. Faktanya, kopi dekaf juga dapat memberikan efek serupa.

Hal ini menunjukkan penyebabnya bukan hanya kafein. Ada berbagai senyawa alami dalam kopi yang ikut memengaruhi kerja saluran cerna.

Tetapi efek kopi dekaf biasanya lebih ringan. Respons setiap orang juga bisa berbeda tergantung kondisi tubuhnya.

5. Campuran Susu juga Berpengaruh

Bahan tambahan dalam kopi juga dapat memengaruhi pencernaan. Salah satunya adalah susu atau krimer.

Orang dengan intoleransi laktosa dapat mengalami perut kembung. Mereka juga lebih berisiko mengalami BAB encer setelah minum kopi susu.

Jika keluhan sering muncul, cobalah mengganti susu biasa dengan susu bebas laktosa. Cara ini dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads