Makan di luar ruangan (outdoor) tak hanya menawarkan suasana berbeda, tetapi juga dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan. Berikut penjelasannya.
Menikmati sarapan di teras, makan siang di taman, atau piknik bersama keluarga dapat menjadi cara sederhana untuk meninggalkan rutinitas di dalam ruangan.
Paparan lingkungan dan cahaya matahari juga dapat memengaruhi kondisi fisik maupun suasana hati. Sejumlah ahli gizi dan psikolog menyebut kebiasaan makan di luar ruangan ini berpotensi membantu mengurangi stres, mendukung kebutuhan vitamin D, hingga membuat seseorang lebih fokus ketika makan.
Meski begitu, durasi paparan sinar matahari tetap perlu diperhatikan agar aktivitas makan di luar ruangan dapat dilakukan dengan nyaman dan aman bagi tubuh.
Dilansir dari Eating Well (22/08/2026), berikut manfaat dari makan di luar ruangan:
1. Bantu Kurangi Stres
Menikmati makanan di luar ruangan atau outdoor yang tenang dapat membantu tubuh terasa lebih rileks. Sejumlah penelitian mengaitkan paparan lingkungan terbuka dengan kadar kortisol lebih rendah, serta penurunan detak jantung, tekanan darah, dan stres. Ahli gizi Kylie King menjelaskan, stres juga dapat memengaruhi kebiasaan makan seseorang.
"Stres dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami keinginan makan tertentu, makan lebih cepat, dan kurang peka terhadap rasa kenyang," ujar King.
Menurutnya, makan siang sederhana di luar ruangan dapat memberikan perubahan positif dalam menikmati makanan. Psikolog Max Doshay menambahkan, aktivitas tersebut juga memberi kesempatan untuk beristirahat sejenak dari teknologi, pekerjaan, dan berbagai sumber distraksi sehari-hari.
2. Mendapatkan Tambahan Vitamin D
Makan di luar saat matahari bersinar turut memberi kesempatan tubuh mendapatkan paparan sinar matahari yang mendukung produksi vitamin D. Nutrisi ini berperan penting terhadap kesehatan tulang, fungsi kekebalan tubuh, hingga suasana hati.
"Vitamin D diproduksi tubuh ketika sinar UVB mengenai kulit. Jadi, makan di luar selama 15-30 menit saat matahari bersinar dapat memberikan kontribusi," jelas King.
Ia juga menyoroti banyak orang dewasa yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan. Meski demikian, paparan sinar matahari tetap perlu diperhatikan.
Jika berada di luar ruangan lebih lama, penggunaan sunscreen atau tabir surya hingga berteduh dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kulit terbakar akibat paparan matahari berlebihan.
3. Membuat Makan Lebih Tenang
Suasana di luar ruangan dapat membuat seseorang lebih fokus pada makanan yang sedang disantap. Ahli gizi Lee Cotton menyebut kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang makan lebih perlahan, memperhatikan makanan, serta lebih peka terhadap sinyal lapar dan kenyang.
Mindful eating atau makan lebih tenang juga membuat perhatian seseorang lebih tertuju pada rasa, tekstur, aroma, dan warna makanan. Lingkungan turut membantu mengurangi distraksi dari ponsel maupun perangkat elektronik lainnya.
"Makan di luar ruangan melibatkan indra dan dapat meningkatkan kesadaran tanpa gangguan teknologi," ujar Cotton.
Menurutnya, suasana tersebut memberi ruang bagi seseorang untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh selama makan sekaligus membangun kebiasaan untuk fokus menikmati makanan yang disantap.
(sob/adr)