×
Ad

Ngopi Yuk!

Rahasia Awet Muda Ternyata di Kopi? Studi Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 04 Jun 2026 07:00 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta -

Kopi menawarkan banyak manfaat sehat. Penelitian terbaru menemukan jika rutin minum kopi setiap hari dapat memperlambat penuaan hingga 5 tahun. Begini penjelasannya!

Kopi tidak melulu membawa dampak buruk bagi kesehatan. Banyak juga manfaatnya jika diminum dalam takaran dan racikan yang tepat.

Berbagai penelitian juga telah menemukan manfaat baik dari minum kopi rutin. Salah satu yang terbaru yaitu penemuan ketika kopi bisa memperlambat penuaan dini.

Studi yang diterbitkan di BMJ Mental Health menemukan bahwa penderita gangguan kejiwaan berat yang minum 3-4 cangkir kopi setiap hari dapat memperlambat penuaan dini yang sering dikaitkan dengan kondisi tersebut.

Studi tersebut menemukan bahwa kopi menghambat pemendekan telomer, yaitu penanda penuaan seluler. Orang dengan kondisi seperti ini biasanya punya telomer lebih pendek dari orang lain.

Telomer merupakan bagian dari untaian DNA di paling ujung kromosom yang melindungi kromosom agar tidak rusak atau terurai. Seiring waktu, telomer akan menipis dan memendek. Hal ini menjadi indikator usia sel dan penuaan.

Lantas, bagaimana minum kopi rutin bisa membantu memperlambat penuaan dini? Dilansir dari medicalnewstoday.com (1/12/2025), berikut penjelasannya!

1. Minum kopi 3-4 cangkir memperlambat penuaan 5 tahun

Minum kopi 3-4 cangkir menurut studi ini bisa memperlambat penuaan hingga 5 tahun. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver


Orang dengan gangguan psikis biasanya punya telomer yang lebih pendek dibandingkan orang normal. Hal ini juga berdampak pada waktu hidupnya yang 15 tahun lebih pendek.

Hal ini lalu mendorong para ilmuwan untuk melakukan penelitian terhadap pemendekan telomer yang cenderung dimiliki oleh orang-orang dengan gangguan kejiwaan.

Penelitian tersebut menguji orang-orang dengan gangguan jiwa untuk minum tiga sampai empat cangkir kopi per hari. Dari rutinitas tersebut, ditemukan bahwa panjang telomernya setara dengan orang yang 5 tahun lebih muda dari usia biologisnya.

Studi ini meneliti 436 orang yang mengalami gangguan jiwa schizorphernic spectrum atau memiliki gangguan aktif, seperti bipolar hingga depresi. Partisipan yang ikut memiliki rentang usia 18-65 tahun.

Data dikumpulkan dari tahun 2007 sampai 2018 dengan peserta direkrut dari empat unit psikiatris di Oslo, Norwegia. Para penulis menemukan peserta yang tidak mengonsumsi kopi memiliki panjang telomer lebih pendek daripada mereka yang minum kopi dalam jumlah direkomendasikan setiap hari. Sedangkan orang yang minum empat cangkir atau lebih per hari tidak memiliki telomer lebih panjang.

2. Cara kopi memengaruhi panjang telomer

Sejumlah kandungan dalam kopi disebut yang bisa memberikan efek ini. Foto: Food and Wine

Penulis studi menyarankan bahwa manfaat kopi mungkin berasal dari sifat antioksidannya yang telah dikenal bermanfaat selama ini.

Ahli diet terdaftar, Michelle Routhenstein, MS,RD, CDCES, CDN, menjelaskan kepada Medical News Today jika kopi mengandung senyawa bioaktif khususnya asam klorogenik dan trigonelin yang bertindak sebagai antioksidan, menetralkan radikal bebas, dan mengaktifkan jalur pertahanan seluler untuk melindungi DNA dari kerusakan oksidatif.

Dalam hal telomer, ia menyarankan CGA dan trigonelin kemungkinan menjadi faktor yang memperlambat pemendekan telomer dengan cara mengurangi stress oksidatif dan peradangan.

Ahli Routhenstein juga mengungkap jika manfaat kopi kemungkinan berasal dari kandungan polifenolnya, bukan kafeinnya.



Simak Video "Anjuran Kopi dan Teh Tak Dikonsumsi saat Sahur"


(aqr/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork