×
Ad

Viral Proses Bikin Sosis Pakai Daging Sisa, Ini Bahaya Konsumsi Daging Olahan

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 06 Mei 2026 15:30 WIB
Foto: Getty Images/grandriver
Jakarta -

Baru-baru ini viral cuitan di Threads terkait proses pembuatan sosis. Karena itu muncul banyak pertanyaan, apakah konsumsi daging olahan sehat? Berikut penjelasannya.

Unggahan viral seorang mantan QC pabrik sosis di Threads memicu kehebohan netizen (03/05). Pengguna ini membongkar proses produksi daging olahan berupa sosis yang dinilai jauh dari bayangan konsumen.

Bahan utama pembuatan sosis itu disebut berasal dari mechanically recovered meat (MRM), yakni sisa daging yang diolah kembali menjadi adonan. Untuk mendapatkan tekstur kenyal, produsen menambahkan fosfat dan tepung dalam jumlah besar.

Warna merah muda pun diperoleh dari nitrit agar tampak segar lebih lama. Tak hanya itu, bahan yang kualitasnya menurun disebut masih diproses dengan tambahan perisa. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran di media sosial.

Lantas seberapa berbahaya daging olahan sebenarnya? Dilansir dari Healthline (06/05/2026), ada beberapa hal yang membuat daging olahan menjadi makanan berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Apa Itu Daging Olahan?

Proses pembuatan daging olahan. Foto: Getty Images

Daging olahan atau processed meat merupakan jenis daging yang diawetkan melalui berbagai metode, seperti pengasapan, penggaraman, pengeringan, hingga pengalengan.

Produk yang termasuk dalam kategori ini antara lain sosis, ham, bacon, kornet, hingga daging asap. Proses tersebut bertujuan memperpanjang masa simpan sekaligus meningkatkan cita rasa. Berbeda dengan daging segar yang hanya dipotong atau dibekukan, daging olahan telah mengalami penambahan zat tertentu.

Secara umum, seluruh daging yang melalui proses pengawetan tersebut dikategorikan sebagai daging olahan dan perlu dikonsumsi secara bijak karena efeknya bisa berdampak pada kesehatan.

2. Dianggap Makanan Tak Sehat

Konsumsi daging olahan secara berlebihan sering dikaitkan dengan pola hidup kurang sehat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi daging olahan dalam jumlah tinggi cenderung memiliki kebiasaan lain yang tidak mendukung kesehatan, seperti merokok dan minim konsumsi sayur serta buah.

Meski demikian, para peneliti biasanya telah menyesuaikan faktor-faktor tersebut dalam analisisnya. Hasilnya tetap menunjukkan hubungan kuat antara konsumsi daging olahan dan risiko gangguan kesehatan. Hal ini menjadi pengingat bahwa pola makan seimbang tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

3. Picu Penyakit Kronis

sosis olahan. Foto: Getty Images/grandriver

Selama beberapa tahun terakhir berbagai studi dan penelitian kerap mengaitkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko penyakit kronis. Beberapa di antaranya adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga kanker, khususnya pada saluran pencernaan.

Meski sebagian besar penelitian bersifat observasional dan tidak membuktikan sebab-akibat secara langsung, hubungan yang ditemukan cukup konsisten.

Kandungan zat kimia tertentu dalam daging olahan diduga berperan dalam meningkatkan risiko tersebut. Oleh karena itu, konsumsi dalam jangka panjang dan jumlah besar sebaiknya dihindari.




(sob/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork