Hati-Hati! Konsumsi 4 Makanan Ini Bisa Ganggu Kesehatan Hati

Hati-Hati! Konsumsi 4 Makanan Ini Bisa Ganggu Kesehatan Hati

Atiqa Rana - detikFood
Sabtu, 22 Agu 2026 05:00 WIB
Ilustrasi fatty liver atau perlemakan hati
Foto: Getty Images/SewcreamStudio
Jakarta -

Kesehatan hati tidak boleh diabaikan. Salah satu caranya dengan menghindari sejumlah makanan dan minuman yang berisiko tinggi merusak kesehatannya, seperti 4 makanan ini.

Hati atau liver merupakan organ terbesar dalam sistem pencernaan yang memiliki sejumlah fungsi dalam tubuh manusia.

Hati menyimpan energi untuk tubuh dalam bentuk glikogen dan mengubahnya menjadi glukosa saat kadarnya rendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, hati juga berfungsi membersihkan darah dari senyawa berbahaya, seperti racun, alkohol, sampai obat-obatan.

ADVERTISEMENT

Tentu kesehatan organ ini perlu dijaga. Salah satu caranya dengan menghindari makanan dan minuman yang dapat mempersulit kerja hati, terutama jika dikonsumsi terlalu sering.

Untuk mengurangi risiko merusak kesehatan hati, kamu perlu menghindari 4 makanan ini, seperti dilansir dari eatingwell.com (19/8).

1. Daging olahan

Sosis siap makanSosis atau daging olahan menjadi salah satu yang bisa sebabkan kerusakan hati. Foto: Getty Images/iStockphoto/Saddako

Daging olahan, seperti sosis atau smoked beef memang enak dan praktis.

Sayangnya, daging olahan tinggi lemak jenuh, natrium, dan pengawet yang kombinasi tersebut dapat berkontribusi dalam resistensi insulin dan sindrom metabolik.

Kondisi tersebut bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah dan lemak.

Seiring waktu, perubahan metabolisme dapat mendorong penumpukan lemak di hati dan memicu peradangan dan meningkatkan risiko penyakit hati steatosis terkait disfungsi metabolik.

2. Makanan cepat saji

Ilustrasi makanan cepat sajiTerlepas dari kenikmatannya, makanan cepat saji bisa merusak hati. Foto: Getty Images/arselozgurdal

Makanan cepat saji tidak boleh sering dikonsumsi karena bisa merusak hati.

Ahli Dusrton mengungkap jika makanan cepat saji merupakan ancaman ganda bagi kesehatan hati. Pasalnya, makanan ini tinggi karbohidrat olahan, lemak tidak sehat, dan natrium.

3. Makanan ultra olahan

Ultra process food atau makanan ultra olahan merupakan produk yang melewati banyak tahapan pengolahan.

Umumnya dibuat dari ekstrak bahan pangan atau zat kimia sintetis, lalu ditambah pengawet, perasa, pewarna, dan pemanis buatan tanpa menyisakan bentuk asli bahan utuhnya.

Memang makanan ini praktis. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya, bisa berdampak pada kesehatan hati.

Makanan seperti ini cenderung rendah serat dan tinggi karbohidrat olahan, gula tambahan, garam, dan lemak jenuh.

Perpaduan tersebut mendorong penimbunan lemak di hati. Asupan makanan ultra olahan yang terlalu tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit hati berlemak, fibrosis, dan sirosis.

Untuk melindungi kesehatan hati, fokuslah pada konsumsi makanan kaya serat, protein, lemak sehat, dan berbagai vitamin serta mineral.

4. Alkohol

Minuman alkoholHati-hati, minuman alkohol juga bisa menyebabkan kerusakan hati. Foto: iStock

Alkohol dapat memberikan tekanan cukup besar pada hati yang bertanggung jawab memecahnya dan memproses produk sampingannya.

Jika dikonsumsi berlebihan, alkohol dapat membebani dan menyebabkan peradangan pada hati hingga meningkatkan risiko hati berlemak bahkan kanker.

Hati tidak mengenali perbedaan antara jenis jenis alkohol, seperti bir, wine, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, setiap alkohol yang dikonsumsi tetap bisa berpotensi merusak hati, terutama jika dikonsumsi terlalu sering.

Untuk menjaga hati, disarankan menghindari semua minuman beralkohol atau membatasi kurang dari tujuh gelas per minggu.

5. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol tinggi yang dapat membebani fungsi metabolisme hati.

Asupan minyak teroksidasi ini juga bisa memicu peradangan kronis dan stress oksidatif pada jaringan hati.

Dalam jangka panjang, tumpukan lemak dan peradangan bisa berujung pada kerusakan hati permanen dan penurunan fungsi hati secara drastis.

Halaman 2 dari 2
(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads