Banyak orang menganggap garam dan natrium merupakan dua hal sama. Faktanya, dua bahan ini memiliki perbedaan yang mungkin jarang diketahui.
Garam dan natrium merupakan salah satu bahan yang sering ditemukan dan dipakai dalam banyak makanan. Banyak yang menganggap 'garam' dan 'natrium' merupakan dua hal sama. Namun, garam dan natrium bukanlah sebuah sinonim. Mengetahui perbedannya menjadi penting untuk membuat pilihan makanan sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari marthastewart.com (17/8), berikut perbedaan garam dan natrium yang penting untuk diketahui!
1. Mengenal garam dan natrium
Garam dapur dan natrium adalah dua hal yang berbeda. Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexandraFlorian |
Garam dapur: Menurut ahli Micah Roberts, garam dapur merupakan senyawa kristal yang mengandung natrium. Natrium ini biasnaya diperlukan untuk mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Garam dapur biasanya juga dikenal sebagai natrium klorida karena terbuat dari sekitar 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Satu sendok teh garam dapur saja mengandung sekitar 2.300 miligram natrium.
Natrium: Natrium adalah mineral murni yang dibutuhkan tubuh manusia agar berfungsi dengan baik. Natrium berperan sebagai pemberi sinyal saraf, kontraksi otot, dan keseimbangan cairan yang menjadikannya sebagai sebuah elektrolit. Natrium pun tidak hanya ada di dalam garam, tetapi juga ada dalam makanan alami dan pengawet.
2. Garam vs natrium
Garam terdiri dari campuran natrium dan bahan lainnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative |
Merujuk pada penjelasan sebelumnya, garam merupakan bahan yang mengandung mineral natrium dengan klorida dan mineral lainnya. Garam juga mungkin mengandung zat tambahan, seperti yodium.
Namun, tidak dengan natrium. Menurut ahli Roberts, natrium dapat masuk ke dalam makanan melalui bahan-bahan yang mungkin tidak terasa terlalu asin. Misalnya baking soda, MSG, atau pengawet tertentu.
"Jadi, ketika label informasi nutrisi mencantumkan 'natrium', itu mengukur natrium dari semua sumber, bukan hanya garam yang ditaburkan pada makanan," ujar Roberts.
3. Berapa banyak natrium yang dibutuhkan tubuh?
Menurut Roberts, sebagian besar fungsi tubuh membutuhkan sekitar 500 miligram natrium per hari. Selain itu Dietary Guidelines for Americans and dan American Heart Association merekomendasikan konsumsi kurang dari 2.300 miligram natrium per hari.
Batasan ini diperlukan karena ginjal terus menyesuaikan seberapa banyak natrium yang ditahan tubuh dan seberapa banyak yang dikeluarkan melalui urin.
Ahli Isabel Balady memperingatkan jika konsumsi rutin natrium melebihi kebutuhan tubuh bisa meningkatkan tekanan darah yang menjadi faktor utama penyakit jantung dan stroke.
Namun, perlu dicatat juga jika kebutuhan natrium bervariasi berdasarkan faktor, seperti usia, tingkat aktivitas eseorang, atau kondisi medis tertentu, sehingga tidak ada takaran khusus untuk semua orang.
4. Hal yang terjadi pada tubuh jika konsumsi banyak natrium
Seperti yang disebutkan sebelumnya, kelebihan natrium bisa meningkatkan tekanan darah, faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Ketika terlalu banyak natrium dalam aliran darah, tubuh menahan air tambahan untuk mempertahankan konsentrasi natrium yang tepat. Air tambahan ini meningkatkan voume darah, sehingga lebih banyak cairan beredar melalui jaringan pembuluh darah yang sama.
Seiring waktu, peningkatan volume darah bisa meningkatkan tekanan darah dan memberi tekanan tambahan pada jantung dan arteri.
5. Sumber natrium yang paling umum
Banyak yang berasumsi bahwa garam dapur merupakan sumber natrium terbesar. Namun, banyak orang sebenarnya mendapatkan asupan natrium besar melalui makanan olahan, makanan kemasan, dan makanan di restoran.
Menurut ahli Balady, natrium seringkali tersembunyi pada makanan, seperti roti, daging olahan, sayuran kalengan, keripik, hingga bumbu atau saus.
Natrium tidak hanya ditambah untuk menambah rasa, tetapi juga pengawetan, tekstur, dan keamanan pangan. Oleh karena itu, seseorang yang jarang menggunakan garam tetap bisa mendapat asupannya dari makanan lain.
Tetapi perlu dicatat jika kandungan natrium tidak selalu menjadi satu-satunya masalah. Menurut Balady, makanan tinggi natrium banyak ditemukan di makanan ultra olahan yang juga cenderung rendah serat, tinggi lemak jenuh, dan gula tambahan.
Oleh karena itu, lebih baik memilih untuk mengonsumsi lebih banyak makanan real food, seperti buah-buahan, sauran, hingga gandum utuh.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN