Jamur Kancing Sering Diremehkan, Ternyata Kata Profesor UI Begini

Jamur Kancing Sering Diremehkan, Ternyata Kata Profesor UI Begini

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Rabu, 19 Agu 2026 06:00 WIB
Fresh mushrooms cooking
Foto: Getty Images/iStockphoto/goir
Jakarta -

Selama ini jamur kancing sering diremehkan karena hanya jadi pelengkap masakan, padahal dari sisi sains, jamur kancing punya sejumlah keistimewaan. Begini penjelasan profesor UI!

Jamur kancing adalah sebutan lokal untuk jamur yang tumbuh pada sisa kayu atau bahan organik tertentu. Jenis jamur ini populer diolah masyarakat Indonesia menjadi tumisan, sup, hingga pepes.

Biasanya jamur kancing juga ditemukan sebagai topping hidangan populer, seperti pizza dan pasta. Jamur kancing terkenal dengan teksturnya yang kenyal berair dan rasa umami serta earthy yang khas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, nutrisi jamur kancing kerap dianggap sepele karena 90% terdiri dari air. Faktanya, jamur kancing juga punya nutrisi yang istimewa

Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc, yang merupakan Guru Besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), menjelaskannya dalam unggahan TikTok (11/8). Prof Zulys mengungkap dalam 10% nutrisi jamur kancing, terkandung protein nabati, serat pangan, vitamin B kompleks, dan ergothioneine.

ADVERTISEMENT

Ergothioneine merupakan salah satu antioksidan alami paling kuat yang dikenal saat ini. "Penelitian menunjukkan jamur kancing mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi," ujar Prof Zulys.

Lalu, apakah jamur tidak ada manfaat khusus selain bikin kenyang? Penelitian terbaru tahun 2025 dari Molecular Nutrition and Food Research menemukan bahwa konsumsi jamur kancing mampu menjaga integritas dinding usus, menurunkan stres oksidatif, menekan peradangan, dan memperbaiki komposisi mikrobiota usus.

Prof Zulys mengungkap jamur bisa 'sehebat' itu karena menghasilkan berbagai senyawa pelindung untuk bertahan hidup di alam. Salah satunya ergothioneine yang mampu membantu melindungi sel.

Ia juga mengingatkan bahwa anggapan makan jamur bikin asam urat hanyalah mitos. "Jamur memang mengandung purin, tetapi jumlahnya tergolong sedang, jauh lebih rendah dibandingkan banyak jenis jeroan," lanjutnya.

Bagi orang sehat, konsumsi jamur dalam jumlah wajar, umumnya bukan penyebab utama asam urat. Prof Zulys menambahkan, "Yang perlu berhati-hati adalah orang dengan gout karena total asupan purin dari seluruh makanan tetap perlu diperhatikan."

Menurutnya, jamur kancing bukan makanan ajaib dan bukanlah obat. Jamur kancing adalah sumber makanan rendah kalori, kaya antioksidan, dan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang menjadikannya salah satu pangan fungsional untuk kesehatan.

(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads