Kanker mulut bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Urusan pola makan, waspadai konsumsi 5 kelompok makanan ini secara berlebihan.
Risiko kanker mulut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor seperti rokok, alkohol, atau infeksi HPV. Pola makan sehari-hari juga bisa berperan, meski sering kurang diperhatikan.
Para ahli menyebut, beberapa jenis makanan dapat memicu peradangan, mengiritasi jaringan mulut, hingga mengganggu kemampuan tubuh memperbaiki sel yang rusak.
Melansir dari Eating Well (24/3), berikut 5 makanan dan minuman yang berpotensi meningkatkan risiko kanker mulut.
1. Daging olahan
Daging olahan (nugger, sosis, bacon) termasuk faktor risiko yang cukup kuat. World Health Organization (WHO) mengelompokkannya sebagai karsinogen Grup 1. Kandungan nitrit dan nitrat yang digunakan sebagai pengawet dapat berubah menjadi senyawa berbahaya dalam tubuh. Senyawa ini berpotensi merusak DNA sel. Sebagai alternatif, daging bisa diolah sendiri agar lebih terkontrol bahan tambahannya.
2. Daging Merah
Daging merah seperti daging sapi, babi, dan kambing memiliki risiko yang bergantung pada jumlah dan cara memasaknya. Memasak dengan suhu tinggi seperti memanggang atau menggoreng dapat menghasilkan senyawa berbahaya. Senyawa ini dikenal dapat mengganggu fungsi sel normal.
Metode memasak yang lebih lembut seperti merebus atau mengukus dapat membantu mengurangi pembentukan senyawa tersebut. Menghindari bagian gosong juga disarankan.
Simak Video "Video: Kerupuk Tette, Makanan Unik Berbentuk Lonjong Panjang Khas Madura"
(raf/adr)