5 Makanan Ini Diam-Diam Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Mulut

5 Makanan Ini Diam-Diam Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Mulut

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Senin, 27 Apr 2026 05:00 WIB
Macam-macam gorengan yang kerap dikonsumsi warga Bandung.
Foto: Wisma Putra/detikJabar
Jakarta -

Kanker mulut bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Urusan pola makan, waspadai konsumsi 5 kelompok makanan ini secara berlebihan.

Risiko kanker mulut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor seperti rokok, alkohol, atau infeksi HPV. Pola makan sehari-hari juga bisa berperan, meski sering kurang diperhatikan.

Para ahli menyebut, beberapa jenis makanan dapat memicu peradangan, mengiritasi jaringan mulut, hingga mengganggu kemampuan tubuh memperbaiki sel yang rusak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari Eating Well (24/3), berikut 5 makanan dan minuman yang berpotensi meningkatkan risiko kanker mulut.

1. Daging olahan

Grilled sausages, fresh tomatoes, peppers and parsley on a plate on a wooden table. Top viewIlustrasi sosis yang merupakan salah satu contoh daging olahan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Elena Rui

Daging olahan (nugger, sosis, bacon) termasuk faktor risiko yang cukup kuat. World Health Organization (WHO) mengelompokkannya sebagai karsinogen Grup 1. Kandungan nitrit dan nitrat yang digunakan sebagai pengawet dapat berubah menjadi senyawa berbahaya dalam tubuh. Senyawa ini berpotensi merusak DNA sel. Sebagai alternatif, daging bisa diolah sendiri agar lebih terkontrol bahan tambahannya.

ADVERTISEMENT

2. Daging Merah

Daging merah seperti daging sapi, babi, dan kambing memiliki risiko yang bergantung pada jumlah dan cara memasaknya. Memasak dengan suhu tinggi seperti memanggang atau menggoreng dapat menghasilkan senyawa berbahaya. Senyawa ini dikenal dapat mengganggu fungsi sel normal.

Metode memasak yang lebih lembut seperti merebus atau mengukus dapat membantu mengurangi pembentukan senyawa tersebut. Menghindari bagian gosong juga disarankan.

3. Minuman Alkohol

Ilustrasi wine pinot noir.Ilustrasi minuman beralkohol. Foto: iStock

Alkohol merupakan salah satu faktor risiko utama kanker mulut. Selain dari minuman, alkohol juga bisa ditemukan pada produk seperti obat kumur. Saat diproses tubuh, alkohol menghasilkan asetaldehida yang bersifat toksik. Senyawa ini dapat merusak DNA dan mengganggu regenerasi sel.

4. Minuman dengan Gula Tambahan

Minuman manis seperti soda, kopi manis, dan minuman energi juga perlu dibatasi. Konsumsi rutin dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut.

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi satu atau lebih minuman manis setiap hari meningkatkan risiko kanker mulut pada wanita hampir lima kali lipat dibandingkan dengan minum satu minuman per bulan.

Mengganti minuman tersebut dengan air putih atau teh tanpa gula adalah alternatif yang tepat. Kandungan gula tinggi dapat memicu peradangan dan mengganggu keseimbangan bakteri di mulut. Hal ini juga dapat memperburuk kesehatan gusi.

5. Gorengan

Makanan yang digoreng pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi merusak DNA. Selain itu, konsumsi berlebihan dapat memicu peradangan kronis. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang. Metode memasak seperti memanggang, mengukus, atau merebus dinilai lebih aman.

Penggunaan air fryer juga bisa jadi pilihan. Seorang pakar mengatakan makanan yang diproses di air fryer tetap dapat membentuk HCA (Heterocyclic amines), bahan kimia karsinogenik. Namun, karena waktu memasak umumnya lebih singkat, jumlah yang dihasilkan bisa lebih sedikit.

Halaman 3 dari 3


Simak Video "Video: Kerupuk Tette, Makanan Unik Berbentuk Lonjong Panjang Khas Madura"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads