Ayam gepuk asal Indonesia jadi fenomena di Malaysia. Rasa pedas, teknik unik, dan keviralannya di media sosial bikin kuliner ini banyak disukai.
Ayam gepuk berasal dari Indonesia dan dikenal sebagai olahan ayam goreng dengan sambal pedas. Teknik digeprek membuat bumbu meresap dan rasanya makin kuat.
Hidangan ini mulai mencuri perhatian saat masuk ke Malaysia sekitar 2017. Kehadirannya langsung menarik karena berbeda dari ayam goreng pada umumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini ayam gepuk menjelma jadi fenomena kuliner di Malaysia. Popularitasnya terdorong media sosial dan selera lokal yang gemar rasa pedas.
Dikutip dari Instagram @seaasia.stats (25/4) berikut fakta fenomena ayam gepuk asal Indonesia di Malaysia:
1. Debut dan Awal Popularitas
Ayam Gepuk Pak Gembus Foto: Site News |
Ayam gepuk mulai dikenal di Malaysia pada 2017 lewat Ayam Gepuk Pak Gembus. Gerai pertamanya hadir di Gombak dan langsung mencuri perhatian.
Menu ini sempat bikin penasaran karena teknik 'geprek' yang unik. Ayam digepuk atau ditekan sampai agak hancur, setelah digoreng untuk hasil tekstur berbeda.
Awalnya banyak yang ragu dengan konsepnya yang tak biasa. Namun rasa pedas dan gurihnya cepat menarik minat pelanggan.
2. Sensasi Rasa dan Teknik Unik
Ayam gepuk punya ciri khas pada teksturnya yang renyah di luar, tapi bagian dalamnya tetap juicy dan mudah menyerap sambal.
Teknik geprek membuat sambal meresap hingga ke serat daging. Ini jadi pembeda dari ayam goreng biasa.
Sambalnya diracik segar, biasanya diulek langsung sesaat setelah dipesan. Komposisinya terdiri dari cabai rawit, bawang putih, garam, serta kacang mede goreng yang jadi rahasia kelezatannya. Kombinasi pedas gurih ini sesuai dengan selera masyarakat Malaysia.
3. Viral Berkat Media Sosial
Ayam Gepuk Pak Gembus Foto: Instagram |
Popularitas ayam gepuk makin melejit lewat TikTok. Banyak konten mukbang dan review bermunculan setiap hari menampilkan kelezatan ayam gepuk.
Video yang menampilkan sambal melimpah dan ayam digeprek jadi daya tarik. Visualnya menggugah dan mudah viral.
Efeknya, banyak orang penasaran dan datang langsung ke gerai. Tren ini mempercepat penyebaran ayam gepuk di berbagai kota.
4. Dekat dengan Budaya Lokal
Ayam gepuk mudah diterima karena sesuai selera lokal yang suka pedas. Kehadirannya juga kuat di momen kuliner tertentu.
Salah satunya saat Ramadan, terutama di bazar makanan. Hidangan ini jadi favorit untuk berbuka puasa.
Banyaknya penjaja ayam gepuk membuat hidangan ini dekat dengan masyarakat. Ayam gepuk pun jadi bagian dari pengalaman makan bersama.
5. Harga Terjangkau dan Mudah Dikembangkan
Ayam Gepuk Pak Gembus Foto: Instagram |
Harga ayam gepuk relatif terjangkau dengan porsi besar. Ini membuatnya diminati berbagai kalangan.
Konsepnya sederhana sehingga mudah direplikasi oleh banyak pelaku usaha. Model bisnis ini mendukung ekspansi cepat.
Di Malaysia, ayam gepuk dibanderol RM 8.90 hingga RM 19.00 per set (sekitar Rp30.000 - Rp65.000), tergantung lokasi dan tempat yang menawarkannya.
Dikutip dari berbagai sumber, menu ini semakin populer dengan harga rata-rata RM 12.90 (Rp56.000) untuk satu porsi yang biasanya termasuk nasi, ayam, dan sambal gajus (kacang mede).
Simak Video "Video: Pedas Nikmat Mie Semeru di Lumajang dengan Berbagai Level"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN