Masakan China alias Chinese food terkenal nikmat. Namun, beberapa menu populer di restoran China ternyata dapat menimbulkan risiko kanker jika dikonsumsi terlalu sering.
Melansir dari MSN (10/03), sejumlah faktor seperti kadar sodium yang tinggi, penggunaan minyak berlebih, tambahan MSG, hingga metode memasak tertentu dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker kolorektal, lambung, dan hati.
Karena itu, penting bagi penikmat kuliner untuk mengetahui hidangan mana saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Berikut lima Chinese food populer yang disebut memiliki potensi memicu risiko kanker:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Nasi Goreng dan Mi Goreng
Mie atau nasi goreng dapat mengandung akrilamida tinggi karena seringkali dimasak di suhu tinggi. Foto: iStock/detikFood |
Nasi goreng dan mi goreng merupakan menu yang hampir selalu ada di restoran China. Namun, kedua hidangan ini dapat mengandung kadar akrilamida yang tinggi. Senyawa ini terbentuk ketika makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi.
Dalam penelitian pada hewan, akrilamida dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Selain itu, hidangan ini biasanya dimasak dengan banyak minyak dan terkadang menggunakan daging olahan seperti sosis China. Nasi putih kukus atau sayuran tumis dapat menjadi alternatif yang lebih aman.
2. Char Siu (BBQ Pork)
Char siu atau daging babi panggang khas China terkenal dengan rasa manis dan gurih. Proses pemanggangan dengan suhu tinggi serta marinasi yang tinggi gula dapat menghasilkan senyawa heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).
Kedua senyawa tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Konsumsi daging yang terlalu gosong atau karamelisasi berlebihan juga berhubungan dengan risiko kanker kolorektal dan kanker lambung.
3. Hidangan yang Digoreng
Beberapa restoran China juga menyajikan makanan digoreng yang berpotensi bahaya. Foto: Getty Images |
Beberapa menu Chinese food populer, seperti egg roll, crab rangoon, dan ayam General Tso biasanya dimasak dengan cara digoreng dalam minyak banyak. Pada beberapa restoran, minyak yang digunakan bahkan dipanaskan berulang kali.
Proses ini dapat menghasilkan lemak trans dan akrilamida yang dikaitkan dengan peradangan serta risiko kanker dalam penelitian laboratorium. Selain itu, makanan gorengan juga tinggi kalori yang dapat memicu obesitas dan menjadi salah satu faktor risiko kanker.
4. Sayuran Asin dan Acar
Sayuran yang diasinkan atau dibuat acar juga sering dijumpai dalam masakan China. Meski memberi rasa khas pada hidangan, makanan ini memiliki kadar sodium dan nitrit yang tinggi. Nitrit dapat berubah menjadi senyawa N-nitroso di dalam tubuh, yang dikenal bersifat karsinogenik. Konsumsi berlebihan dari makanan ini disebut dapat meningkatkan risiko kanker lambung.
5. Saus Manis dan Hidangan Tinggi MSG
Beberapa saus populer di restoran China, seperti saus asam manis, saus jeruk, hingga saus berbasis hoisin sering mengandung gula dan sirup jagung dalam jumlah tinggi. Beberapa hidangan juga mengandung monosodium glutamate (MSG).
Meski MSG sendiri belum terbukti secara langsung menyebabkan kanker, tapi konsumsi hidangan yang tinggi gula dan minyak dapat memicu obesitas serta resistensi insulin. Kedua kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.
Meski demikian, bukan berarti hidangan tersebut harus sepenuhnya dihindari. Mengonsumsi makanan secara seimbang serta memilih hidangan kukus, tumis ringan, atau bahan segar dapat membantu mengurangi risiko kesehatan sekaligus tetap menikmati kuliner tersebut.
(Dita Aliccia Armadani/aqr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN