Sebagian orang mungkin suka mengonsumsi makanan dalam keadaan mentah atau setengah matang. Tetapi hal ini perlu diwaspadai karena sejumlah makanan umum berbahaya jika dimakan mentah!
Makanan yang dinikmati sehari-hari memang tidak harus selalu dimasak. Banyak juga orang yang lebih suka ketika makanan tersebut dinikmati dalam keadaan masih mentah atau setengah matang. Terlebih jika bahan aslinya memang sudah segar dan berkualitas.
Misalnya orang Jepang yang suka menikmati sashimi ikan atau seafood mentah. Ada juga sayuran yang dikonsumsi mentah, seperti selada hingga wortel.
Bagi sebagian orang, makanan yang dikonsumsi dalam keadaan mentah mungkin jauh lebih nikmat. Tetapi dari sisi kesehatan, hal ini bisa menimbulkan risiko berbahaya. Terutama pada bahan makanan, seperti ikan, daging, atau produk susu yang mudah terkena kontaminasi silang.
Dilansir dari Tastingtable.com (17/4), berikut 5 makanan umum yang paling bahaya jika dikonsumsi mentah.
1. Ayam atau unggas
Ayam sangat disarankan untuk tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah. Pasalnya bakteri, seperti campylobacter, Salmonella, dan Clostridium Pergringes dapat ditularkan melalui ayam mentah dan unggas lainnya.
Jika sudah terpapar bakteri dan masuk ke dalam tubuh, hal ini sangat membahayakan. Bakteri Salmonella bisa menyebabkan sakit kepala, mual, hingga diare sampai 4-7 hari. Bakteri Campylobacter juga bisa menyebabkan gangguan diare hingga dehidrasi.
Oleh karena itu, ayam seharusnya dimasak sampai benar-benar matang. Untuk menjaganya agar aman dikonsumsi, ayam sebaiknya dimasak hingga setidaknya mencapai suhu 74 derajat celcius.
Sebelum ayam diolah, USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat) juga tidak merekomendasikan untuk ayam dicuci di dapur karena bisa menyebarkan bakteri berbahaya menyebar ke seluruh dapur melalui wastafel. Membersihkan talenan, meja dapur, dan mencuci tangan secara menyeluruh setelah menangani ayam atau daging mentah merupakan cara terbaik menjaga diri tetap aman.
2. Daging sapi giling
Daging sapi juga berbahaya jika tidak ditangani dengan benar, terutama daging sapi yang giling. Mungkin banyak budaya mengonsumsi daging sapi mentah yang digiling, seperti steak tartare hingga carpaccio. Namun, ada risiko yang perlu ditanggung.
Proses penggilingan membuat lebih banyak permukaan daging terpapar bakteri. Selain itu, bakteri E.coli dan Salmonella juga paling sering ditemukan pada daging sapi giling yang kurang matang.
Sangat penting memasak daging sapi giling dan daging giling lainnya hingga matang sempurna. Kira-kira sampai suhunya mencapai 71 derajat celcius agar semua bakteri hancur.
Simak Video "Video: Menakar Peluang Tempe Jadi 'Superfood' Masa Depan"
(aqr/adr)