GERD Sering Kambuh? Ini Pola Makan Sehat yang Cocok untuk Penderitanya

GERD Sering Kambuh? Ini Pola Makan Sehat yang Cocok untuk Penderitanya

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 23 Apr 2026 08:00 WIB
Abdominal pain patient woman having medical exam with doctor on illness from stomach cancer, irritable bowel syndrome, pelvic discomfort, Indigestion, Diarrhea, GERD (gastro-esophageal reflux disease)
Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong
Jakarta -

GERD bisa kambuh dengan beragam alasan, salah satunya pola makan dan diet yang salah. Ada diet harian yang lebih disarankan untuk meminimalisir kambuhnya GERD.

Mengelola Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) tidak selalu harus dengan obat. Salah satu kunci utama justru ada pada pola makan sehari-hari.

Salah satu penyebab GERD kambuh ialah pola makan yang tidak cukup baik. Sehingga produksi asam lambung akan mudah terpicu dan menimbulkan gejala yang tidak nyaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengendalikan GERD tak selamanya meninggalkan makanan kesukaan. Dilansir dari laman Aboutgerd.org, cara mengendalikan dan mencegah GERD yang mudah kambuh bisa dilakukan dengan penyesuaian diet harian.

Berikut ini 5 tips diet untuk mencegah GERD kambuh:

Tikus Takut dengan Apa? Ini 11 Hal yang Ampuh untuk Mengusirnya. Salah Satunya Pisang!Buah pisang lebih disarankan untuk penderita GERD alih-alih mengonsumsi buah yang asam. Foto: Matheus Bertelli/Pexels

1. Pilih Buah Non-Asam

Buah merupakan bagian penting dari pola makan sehat, termasuk bagi penderita GERD. Namun, tidak semua buah cocok dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

Buah sitrus seperti jeruk dan lemon sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu iritasi pada kerongkongan. Sebagai gantinya, pilih buah non-asam seperti pisang, apel, pir, dan melon.

Jenis buah ini lebih ramah untuk lambung karena tidak merangsang produksi asam secara berlebihan. Selain itu, kandungan seratnya juga membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar.

2. Perbanyak Konsumsi Sayuran

Sayuran punya kandungan rendah lemak dan kaya serat, sehingga dianjurkan untuk penderita GERD. Konsumsi sayuran seperti brokoli, bayam, wortel, dan kembang kol dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahannya. Sayuran yang dimasak dengan banyak minyak, santan, atau saus tinggi lemak justru bisa memicu refluks.

Tambahan bahan seperti tomat dan bawang yang bagi sebagian orang bisa memperparah gejala. Cara terbaik adalah mengolah sayuran dengan metode sederhana seperti dikukus, direbus, atau ditumis ringan dengan sedikit minyak sehat.

3. Pilih Protein Rendah Lemak

Protein tetap dibutuhkan tubuh, tetapi pemilihannya harus lebih selektif bagi penderita GERD. Makanan tinggi lemak seperti daging berlemak atau gorengan bisa memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan risiko asam naik.

Pilihan terbaik adalah protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, daging tanpa lemak, serta putih telur. Kandungan proteinnya tinggi, tetapi tidak membebani kerja lambung.

Teknik memasak makanannya juga berpengaruh besar. Hindari menggoreng dan pilih metode seperti memanggang, merebus, atau mengukus.

OatmealKandungan serat dalam oatmeal lebih kompleks dan dapat membantu menyerap asam lambung. Foto: Thinkstock

4. Utamakan Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat sering dianggap sebagai pemicu masalah pencernaan. Sebenarnya jenis karbohidrat yang tepat justru bermanfaat.

Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum dan nasi dapat membantu menyerap asam lambung. Sehingga sistem pencernaan akan lebih stabil.

Kandungan serat dalam karbohidrat kompleks juga berperan penting dalam memperlancar pencernaan. Selain itu, karbohidrat jenis ini memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa membuat lambung bekerja terlalu berat.

5. Konsumsi Lemak Secukupnya

Lemak memang sering dianggap musuh bagi penderita GERD, tetapi sebenarnya tubuh tetap membutuhkannya. Hanya saja perlu diperhatikan jenis lemak yang dikonsumsi.

Lemak jenuh dan lemak trans, seperti yang terdapat pada makanan olahan dan gorengan, sebaiknya dibatasi. Sebagai gantinya, pilih lemak sehat dari sumber alami seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan berlemak seperti salmon.

Lemak tak jenuh ini lebih mudah dicerna dan tidak memicu peningkatan asam lambung secara signifikan. Tetapi mengonsumsi lemak dalam jumlah berlebihan tetap bisa memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan risiko refluks.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Top 5: Label Nutri-Level Dirilis hingga D4vd Ditangkap soal Pembunuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads