Konsumsi banyak makanan bersantan saat lebaran dapat memicu kolesterol tinggi. Untuk mengatasinya, konsumsi 5 jenis teh herbal berkhasiat ini.
Makanan lebaran identik dengan penggunaan banyak santan. Santan sebenarnya tidak mengandung kolesterol, tetapi tinggi akan lemak jenuh yang bisa memicu LDL atau kolesterol jahat jika dikonsumsi berlebihan.
Santan bisa jadi pemicu kolesterol tinggi karena pemanasan berulang-ulang mengubah lemaknya menjadi lemak jenuh. Santan juga biasa dikombinasikan dengan bahan utama, seperti daging atau jeroan yang juga berlemak.
Untuk mengatasi kolesterol tinggi, kamu bisa mengonsumsi beberapa jenis teh herbal. Teh herbal umumnya kaya akan senyawa polifenol, flavonoid, hingga katekin yang bisa menghambat oksidasi kolesterol jahat hingga menjaga kadar kolesterol total tetap stabil.
Teh herbal juga merupakan minuman yang mudah dicari ataupun dibuat sendiri di rumah. Menjadikannya pilihan yang praktis dan menyehatkan.
Dilansir dari health.com (20/1), berikut 5 jenis teh herbal yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi masalah kolesterol.
1. Teh hijau
Teh hijau menjadi salah satu yang direkomendasikan. Laporan yang disebut situs health.com menemukan teh hijau adalah jenis teh yang paling banyak diteliti untuk kesehatan jantung.
Di dalam teh hijau terkandung sejumlah senyawa, seperti katekin, berupa antioksidan kuat untuk menurunkan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) dalam darah. Tinjauan yang disebut situs sama menemukan bahwa konsumsi teh hijau bisa menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL hingga 5%.
Polifenol di dalam teh hijau diduga mampu menghalangi kolesterol diserap di usus. Teh hijau juga tinggi akan antioksidan yang dapat mengurangi peradangan dan oksidasi dalam tubuh.
Kalau mau membuat teh hijau sendiri di rumah hanya perlu memanaskan air sampai mendidih lalu seduh 1 sendok daun teh hijau untuk 250 ml air. Teh ini bisa ditambah dengan madu atau lemon jika mau.
2. Teh hitam
Di dalam teh hitam ada senyawa disebut polifenol yang dapat menurunkan kadar kolesteol jahat.
Kandungan flavonoid di dalam teh hitam juga bisa menjaga kadar kolesterol dan gula darah tetap stabil, sehingga menurunkan risiko terkena diabetes.
Teh hitam juga mampu mengurangi lemak dan gula yang diserap tubuh serta mendukung pengelolaan berat badan.
Jika ingin memperoleh manfaat yang lebih maksimal, sebaiknya teh hitam dikonsumsi tanpa tambahan banyak gula atau pemanis buatan.
Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"
(aqr/adr)