Banyak orang kalap menyantap makanan berlemak saat lebaran. Agar pencernaan kembali netral, pulihkan dengan tips sederhana inni.
Suasana Idul Fitri memang selalu identik dengan hidangan lezat yang menggoda selera. Mulai dari opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga aneka kue kering, semuanya tersaji melimpah di meja makan.
Tanpa sadar, momen silaturahmi berubah jadi ajang "balas dendam" makan setelah sebulan berpuasa. Makanan berlemak seolah menggoda untuk dilahap tanpa ragu.
Tak heran, setelah sesi makan besar saat Lebaran, banyak orang mulai merasakan efeknya. Perut terasa begah, tubuh jadi berat, bahkan muncul rasa kantuk yang sulit ditahan.
Dilansir dari Times of India, berikut 5 tips menetralisir makanan berlemak:
1. Minum Air Hangat
Setelah makan makanan berlemak, disarankan untuk minum air hangat atau suam-suam kuku. Air hangat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Air hangat juga dapat membantu melunturkan lemak dari rongga mulut dan melancarkan proses metabolisme. Hindari kebiasaan minum dingin walaupun terasa menyegarkan.
Sebaliknya, minuman dingin justru bisa memperlambat proses pencernaan. Hal ini disebab oleh lemak yang cenderung mengeras pada suhu rendah.
2. Jangan Rebahan
Rasa kantuk setelah makan besar memang sering muncul, tetapi sebaiknya jangan langsung tidur. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan baik.
Idealnya, beri jeda sekitar 2-3 jam sebelum berbaring. Biarkan tubuh memproses makanan yang baru saja masuk ke dalam sauran pencernaan terlebih dahulu.
Tidur terlalu cepat setelah makan berlemak dapat memperlambat pencernaan. Risikonya juga dapat memicu kembung, bahkan meningkatkan penumpukan lemak dalam tubuh.
(dfl/adr)