Kalap Makan Makanan Berlemak? Ini 5 Cara Menetralisir Tubuh

Kalap Makan Makanan Berlemak? Ini 5 Cara Menetralisir Tubuh

Diah Afrilian - detikFood
Minggu, 22 Mar 2026 06:00 WIB
Lezatnya Sajian Lebaran dengan Rendang dan Ketupat yang Selalu Dinanti
Foto: Ilustrasi Getty Images/iStockphoto/Edwin Tan
Jakarta -

Banyak orang kalap menyantap makanan berlemak saat lebaran. Agar pencernaan kembali netral, pulihkan dengan tips sederhana inni.

Suasana Idul Fitri memang selalu identik dengan hidangan lezat yang menggoda selera. Mulai dari opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga aneka kue kering, semuanya tersaji melimpah di meja makan.

Tanpa sadar, momen silaturahmi berubah jadi ajang "balas dendam" makan setelah sebulan berpuasa. Makanan berlemak seolah menggoda untuk dilahap tanpa ragu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak heran, setelah sesi makan besar saat Lebaran, banyak orang mulai merasakan efeknya. Perut terasa begah, tubuh jadi berat, bahkan muncul rasa kantuk yang sulit ditahan.

Dilansir dari Times of India, berikut 5 tips menetralisir makanan berlemak:

Gulai ayamSetelah makan makanan berlemak disarankan untuk minum air hangat. Foto: iStock

1. Minum Air Hangat

Setelah makan makanan berlemak, disarankan untuk minum air hangat atau suam-suam kuku. Air hangat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

ADVERTISEMENT

Air hangat juga dapat membantu melunturkan lemak dari rongga mulut dan melancarkan proses metabolisme. Hindari kebiasaan minum dingin walaupun terasa menyegarkan.

Sebaliknya, minuman dingin justru bisa memperlambat proses pencernaan. Hal ini disebab oleh lemak yang cenderung mengeras pada suhu rendah.

2. Jangan Rebahan

Rasa kantuk setelah makan besar memang sering muncul, tetapi sebaiknya jangan langsung tidur. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan baik.

Idealnya, beri jeda sekitar 2-3 jam sebelum berbaring. Biarkan tubuh memproses makanan yang baru saja masuk ke dalam sauran pencernaan terlebih dahulu.

Tidur terlalu cepat setelah makan berlemak dapat memperlambat pencernaan. Risikonya juga dapat memicu kembung, bahkan meningkatkan penumpukan lemak dalam tubuh.

3. Konsumsi Makanan Berserat

Setelah makan berlemak, tubuh membutuhkan asupan serat untuk membantu menyeimbangkan pencernaan. Buah dan sayuran dapat membantu mengikat lemak dan memperlancar proses pembuangan sisa makanan.

Selain itu, makanan berlemak umumnya rendah serat. Jadi penting untuk "menyeimbangkannya" dengan mengasup nutrisi tambahan dari makanan segar.

Serat dalam makanan juga ada banyak jenisnya, salah satunya serat larut. Serat jenis ini dapat membantu mempermudah pengeluaran lemak melalui kotoran.

Resep Kalio JengkolMemperbanyak probiotik juga membantu memperbaiki pencernaan setelah makan makanan berlemak. Foto: Getty Images

4. Perbanyak Asupan Probiotik

Probiotik seperti yogurt atau minuman fermentasi dapat membantu menjaga kesehatan usus. Bakteri baik ini berperan penting dalam proses pencernaan dan membantu tubuh mengatasi efek dari makanan berlemak.

Makanan berlemak cenderung memperberat kinerja saluran pencernaan. Karena itu penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bakteri sehat pada usus.

Dengan konsumsi probiotik, keseimbangan mikrobiota usus tetap terjaga. Dengan begitu risiko gangguan pencernaan bisa diminimalkan.

5. Atur Pola Makan

Jika sudah terlanjur makan berlemak dalam jumlah banyak, sebaiknya imbangi dengan pola makan yang lebih sehat di waktu berikutnya. Ubah pilihan makanan setelah puas menyantap makanan berlemak.

Pilih makanan rendah lemak, tinggi protein, dan kaya serat seperti sayuran, buah, dan biji-bijian. Pencernaan yang telah bekerja keras juga butuh asupan makanan untuk mendukung kembali perbaikannya.

Bahkan, beberapa ahli menyarankan untuk makan lebih ringan atau mengatur porsi. Fungsinya agar tubuh memiliki waktu untuk "memulihkan diri" dari asupan lemak berlebih.

Halaman 2 dari 2
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads