Paprika hadir dalam berbagai warna menarik selera, dengan nutrisi yang juga beragam. Namun, dari berbagai warna paprika, mana yang manfaatnya paling besar?
Paprika atau bell pepper hadir sebagai pelengkap masakan dengan warna cerah, tekstur renyah, dan rasa yang segar. Namun, di balik tampilan yang menarik, paprika menyimpan perbedaan kandungan gizi yang dipengaruhi oleh tingkat kematangannya.
Seperti dijelaskan HuffPost (20/1), semua paprika berasal dari tanaman yang sama. Perbedaan warna hijau, kuning, oranye, dan merah muncul karena buah dipanen pada waktu yang berbeda.
Berikut kandungan gizi yang dimiliki oleh tiap warna pada paprika:
1. Paprika Hijau
Paprika hijau merupakan paprika paling muda karena dipetik sebelum matang sempurna. Kondisi ini membuat rasanya cenderung pahit dibandingkan paprika warna lain.
Ahli gizi Ginger Hultin mengungkap paprika hijau tinggi akan klorofil yang memberikan warna hijau tersebut. "Saat paprika matang di pohonnya, klorofil akan terurai, dan lebih banyak karotenoid (sejenis antioksidan) diproduksi, yang menyebabkan perubahan warna dan profil nutrisinya," kata Hultin.
Dari sisi gizi, paprika hijau tetap sehat dan rendah kalori. Namun, kandungan vitamin serta antioksidannya lebih rendah dibanding paprika yang sudah matang. Teksturnya yang renyah menjadikan paprika hijau cocok digunakan untuk menu yang dimasak dengan waktu cukup lama.
2. Paprika Kuning
Pada tahap ini, rasa pahit paprika mulai berkurang dan digantikan rasa yang sedikit manis. HuffPost menjelaskan bahwa paprika kuning memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan paprika hijau. Warna cerahnya menandakan adanya senyawa yang mendukung kesehatan tubuh, sehingga paprika kuning cocok dikonsumsi mentah maupun dimasak.
(raf/adr)