Makanan yang dicap 'sehat' sebenarnya belum tentu benar-benar aman dan bernutrisi. Contohnya 5 makanan ini yang dianggap sehat, padahal menurut ahli tergolong makanan ultra proses.
Konsumsi makanan sehat juga perlu diperhatikan. Pasalnya beberapa makanan sehat sebenarnya masih tergolong makanan ultra proses yang perlu dihindari.
Ultra processed food atau makanan ultra proses merupakan segala macam jenis makanan yang sudah melewati serangkaian proses pengolahan industri, sehingga mengandung banyak bahan atau zat kimia tambahan.
Bahan tambahan seperti lemak, gula, pati, garam, hingga minyak terhidrogenasi ini bisa membuat nilai kalori makanan bertambah jauh lebih besar dari makanan utuh atau makanan yang diolah minimal.
Jika dikonsumsi terlalu banyak atau sering, makanan ultra proses bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Mulai dari memicu kenaikan berat badan,meningkatkan risiko terjadinya depresi, hingga memicu risiko penyakit jantung dan kanker.
Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui apakan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, termasuk makanan sehat, tergolong makanan ultra proses atau tidak.
Menurut ahli ada beberapa makanan yang sering dianggap sehat masih tergolong sebagai makanan ultra proses.
Dilansir dari everydayhealth.com (6/11), berikut daftarnya!
1. Yogurt aneka varian rasa
Yogurt yang direkomendasikan adalah yogurt murni (seperti greek yogurt) yang umumnya terbuat dari susu segar difermentasi dengan kultur bakteri hidup. Bakteri tersebut memecah laktosa (gula susu) menjadi asam laktat, sehingga memberikan rasa asam khas dan tekstur kental pada yogurt.
Sayangnya masih banyak orang mengonsumsi yogurt dengan aneka varian rasa yang banyak tdijual di pasaran. Camilan ini mungkin terdengar sehat, tetapi ternyata banyak mengandung tambahan gula dan rendah protein.
Selain itu, yogurt dengan aneka varian rasa juga kerap biasa ditambah dengan perasa buatan, pengental, dan penstabil lainnya. Dengan bahan-bahan tambahan tersebut, yogurt ini pun dikategorikan sebagai makanan ultra olahan.
Seiring waktu, mengonsumsi yogurt seperti ini bisa meningkatkan risiko penambahan berat badan, diabetes tipe-2, hingga tekanan darah tinggi.
2. Camilan bebas gluten
Orang yang sedang menjalani diet bebas gluten mungkin sering membeli camilan yang juga bebas dari gluten. Namun camilan ini belum tentu menjadi alternatif sehat.
Sebagian besar produk bebas gluten, seperti keripik atau kue menggunakan pati olahan, seperti tepung tapioka dan tepung beras. Selain itu, seringkali juga ditambah dengan penstabil tanpa nutrisi untuk meniru struktur gluten.
Oleh karena itu, ahli Zimmerman menyarankan untuk mengganti camilan kemasan ini dengan pilihan makanan alami yang bebas gluten. Misalnya kacang chickpeas panggang atau keripik beras merah.
(aqr/adr)