ADVERTISEMENT

Kontroversi Diet Daging Mentah, Diklaim Sehat namun Rentan Terpapar Bakteri

Devi Setya - detikFood
Selasa, 29 Mar 2022 14:30 WIB
Diet Daging Mentah
Foto: Getty Images/iStockphoto/tycoon751
Jakarta -

Konsumsi daging mentah diklaim bisa menjadi pilihan pola makan yang lebih sehat. Namun di sisi lain, daging mentah mengandung bakteri yang berbahaya.


Ada beberapa makanan yang memang menyajikan daging mentah, namun bukan untuk dikonsumsi setiap hari dan secara terus menerus. Sebut saja misalnya carpaccio yakni daging mentah khas Italia yang menghadirkan irisan daging sapi, rusa atau salmon mentah.

Ternyata konsumsi daging mentah ini dijadikan sebuah pola makan yang diklaim mampu meningkatkan kesehatan. Dilansir dari Metro (28/3) beberapa hal membuktikan bahwa konsumsi daging mentah diklaim lebih sehat dibanding menyantap daging yang dimasak.

Diet Daging MentahDiet Daging Mentah Foto: Getty Images/iStockphoto/tycoon751

Misalnya suku Inuit atau Eskimo yang tinggal di Kutub Utara selalu makan daging mentah dari anjing laut, karibu atau rusa kutub atau paus. Tak hanya itu, masyarakat Eropa dan Jepang juga menyantap beberapa daging mentah sebagai makanan.

Tak sedikit juga binaragawan yang mengaku menjalani pola makan daging mentah. Daging mentah juga sudah digunakan sebagai obat. Pada akhir abad ke-19, dokter Prancis menyarankan makan daging mentah sebagai pengobatan untuk penyakit tuberkulosis.

Meskipun terbukti efektif memberikan dampak kesehatan, tetapi konsumsi daging mentah juga menuai kontroversi. Ada dua masalah besar dalam konsumsi daging mentah ini, masalah pertama yakni sulitnya mendapatkan daging yang terjamin bersih. Kemudian masalah kedua yakni sulit menyantap daging mentah bagi orang yang terbiasa makan daging matang.

Terapi hati mentah untuk mengobati anemia pun pernah diteliti oleh George Minot dan William Murphy. Mereka menerima hadiah Nobel pada tahun 1934. Konsumsi hati mentah terbukti bisa memasok vitamin B12 secara maksimal karena pada daging yang dimasak, vitamin ini akan rusak terkena panas kompor.

Meskipun demikian, beberapa penelitian juga menunjukkan bukti bahwa daging mentah memiliki bahaya karena bisa menularkan bakteri.

Sebelum mengonsumsi daging mentah harus diperhatikan betul bagaimana kualitasnya. Daging harus dijamin bersih dari virus, bakteri, jamur ataupun parasit yang membahayakan tubuh. Meskipun tidak berbahaya tetapi bisa saja bakteri ini menyebabkan penyakit.

Beberapa bakteri dari daging mentah cukup mematikan, seperti penyakit otak. Apalagi bakteri daging hewan tidak selalu sama, misalnya bakteri daging sapi peternakan dan bakteri daging rusa liar saling berbeda.

Misalnya bakteri Escherichia coli yang dianggap tidak berbahaya pada tahun 1885. Namun ternyata bakteri ini tidak mati setelah melewati sistem pencernaan. Bakteri ini tahan terhadap asam lambung dan bisa menyebabkan gagal ginjal, syok dan kematian.

Diet Daging MentahDiet Daging Mentah Foto: Getty Images/iStockphoto/tycoon751

Demikian juga bakteri Listeria. Ini adalah organisme tanah yang dapat berkembang biak pada daging yang disimpan di lemari es. Bakteri ini kemudian menginfeksi aliran darah dan otak atau melintasi plasenta yang mengakibatkan keguguran dan kematian janin.

Daging sapi dapat terkontaminasi Toxoplasmosis gondii, parasit protozoa dari kucing yang bisa bertahan hidup pada sapi dan manusia. Toksoplasmosis bisa menginfeksi otak, retina, otot jantung atau melewati plasenta. Bakteri ini juga dapat merusak otak janin. Seluruh efek ini berlangsung secara jangka panjang, artinya tidak langsung terjadi usai kamu makan daging mentah.

Tidak hanya ada risiko terinfeksi bakteri, tetapi juga parasit seperti cacing gelang dan cacing pita yang banyak terdapat pada daging mentah. Sekali lagi, makan daging mentah memang memberikan beberapa manfaat kesehatan namun juga perlu diperhatikan risiko negatifnya.



Simak Video "Pos Ketan Legenda, Camilan Legendaris di Pasar Laron Batu"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT