5 Hal yang Wajar Dialami Saat Jalani Intermittent Fasting

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 15 Des 2021 08:00 WIB
Diet Intermittent Fasting, Ini Panduan dan Menunya untuk Turunkan Berat Badan
Foto: Getty Images/iStockphoto/everydayplus
Jakarta -

Saat menjalani suatu pola diet biasanya tubuh akan memberikan respon tertentu. Banyak yang belum tahu, lima reaksi tubuh ini wajar dialami saat pertama kali jalani intermittent fasting.

Intermittent fasting merupakan salah satu pola diet yang tengah populer. Pola diet dengan pengaturan waktu yang cukup ketat ini diklaim memiliki efek menurunkan berat badan yang cukup cepat.

Banyak pelaku hidup sehat mencoba jenis diet ini, paling tidak sekali dalam seumur hidup. Dalam diet intermittent fasting, pelakunya punya 'jendela waktu makan' dimana mereka bisa makan bebas.

Layaknya pola diet yang lain, pada awal-awal melakukan diet ini tubuh juga akan memberikan respon. Beberapa orang yang belum mengetahuinya cenderung akan menyalahartikan gejala ini sebagai sesuatu yang buruk. Sebenarnya, gejala-gejala yang dirasakan tubuh ini sangat wajar dan normal terjadi.

Baca juga: 5 Tips Diet Meisya Siregar yang Kian Bugar Usai Turun BB 26 Kg

Berikut ini 5 gejala normal yang sering dialami saat awal menjalankan intermittent fasting menurut Times of India (13/12):

Seorang wanita enggan sarapan.Foto: Thinkstock

1. Bingung Pilih Makanan

Saat awal jalani diet, banyak orang terlalu fokus memilih makanan yang boleh dikonsumsi dan yang harus dihindari. Hal ini yang biasanya menyulitkan para pelaku diet karena terlalu berhati-hati untuk menyesuaikan asupan makanan dengan pola makan yang dikonsumsi.

Sebenarnya pada praktik intermittent fasting cenderung lebih kepada mengubah gaya hidup bukan hanya pola makan. Berdasarkan yang diungkapkan para ahli gizi, intermittent fasting cenderung lebih santai terhadap aturan bahan makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

Intermittent fasting lebih mengatur kepada bagaimana cara memilih makanan dengan bijak hingga melatih kebiasaan untuk clean eating. Secara garis besar, makanan yang disarankan untuk pelaku intermittent fasting seperti sayur-sayuran, buah-buahan, protein dan beberapa lemak sehat.

2. Merasa Lapar Sepanjang Waktu

Intermittent fasting sendiri memiliki dua jenis pola populer yaitu 16:8 atau 10:14 yang menentukan jeda waktu makan dalam sehari. Maksudnya adalah 16 jam berpuasa dan 8 jam diperbolehkan makan atau 10 jam berpuasa dan 14 jam bebas makan sepuasnya.

Kesulitan mengatur energi yang dikeluarkan ini akan cukup sulit dirasakan oleh pelaku intermittent fasting. Banyak yang merasa lebih cepat lelah ketika awal-awal menjalankan intermittent fasting.

Tidak ada peraturan khusus, pelaku intermittent fasting dibebaskan untuk memilih pola makan yang paling aman. Sehingga diharapkan pelaku intermittent fasting bisa mengatur asupan energi pada waktu makan dengan energi yang akan dikeluarkan.

Baca juga: Miris! Setelah Dapat Tip Rp 63 Juta, Pelayan Ini Justru Dipecat



Simak Video "Lagi Diet? Bisa Konsumsi Nasi Shirataki yang Rendah Kalori"
[Gambas:Video 20detik]