5 Fakta Daging Babi, Nutrisinya Ternyata Bagus untuk Otot

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Sabtu, 27 Nov 2021 08:00 WIB
5 Fakta Daging Babi, Nutrisinya Ternyata Bagus untuk Otot
Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak
Jakarta -

Selama ini daging babi dicap buruk, padahal konsumsinya secara tepat juga bagus untuk kesehatan. Berikut 5 fakta daging babi, dari nutrisi hingga manfaat sehat dari konsumsinya.

Daging babi memang tidak umum dikonsumsi di Indonesia, tapi di negara Barat, daging babi menjadi salah satu jenis daging konsumsi paling populer. Daging babi tersedia dalam bentuk segar maupun olahan seperti ham, bacon, dan sosis.

Dalam praktik konsumsinya, banyak orang menyoroti bahaya makan daging babi. Mulai dari tinggi lemak, mengandung cacing pita, hingga sebabkan penyakit jantung.

Sebenarnya daging babi juga punya manfaat sehat selayaknya daging merah lain. Mulai dari membangun massa otot hingga meningkatkan performa fisik karena tinggi protein.

Bagaimana dengan nutrisinya? Daging babi memiliki kalori, protein, dan lemak yang tinggi. Jenis lemaknya sedikit berbeda dari lemak pada daging sapi dan domba.

Mengutip Healthline (26/11/21), berikut 5 fakta daging babi:

1. Fakta nutrisi daging babi

daging giling5 Fakta Daging Babi, Nutrisinya Ternyata Bagus untuk Otot Foto: iStock

Tiap 100 gram daging babi giling matang mengandung nutrisi berikut:
Kalori: 297 kkal
Air: 53%Protein: 25.7 gram
Karbohidrat: 0 gram
Gula: 0 gram
Serat: 0 gram
Lemak: 20.8 gram

Seperti daging kebanyakan, daging babi sebagian besar terdiri dari protein. Jumlahnya mencapai 26% dari total berat bersih. Dalam kondisi kering, kandungan protein daging babi minim lemak bahkan mencapai 89%. Jumlah ini membuat daging babi menjadi salah satu sumber protein terbaik.

Daging babi mengandung 9 asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. Proteinnya begitu bagus dan lengkap. Karenanya daging babi juga disarankan dikonsumsi atlet atau mereka yang perlu memperbaiki otot-ototnya.

Untuk lemak, daging babi mengandung berbagai jenis lemak. Proporsinya berkisar dari 10-16%, tapi bisa lebih tinggi lagi, tergantung tingkat pemotongan daging (trimming) dan faktor lainnya.

Seperti halnya daging merah lain, daging babi mengandung lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Jumlahnya hampir sama.

Untuk komposisi asam lemaknya, daging babi sedikit berbeda dari daging sapi dan daging domba. Daging babi rendah asam linoleat terkonjugasi (CLA) dan sedikit tinggi lemak tak jenuh.