5 Makanan yang Tak Boleh Dihangatkan Lebih dari Sekali, Ini Bahayanya

Tim Detikfood - detikFood Minggu, 16 Mei 2021 08:30 WIB
Proses pembuatan opor ayam bumbu kuning Foto: detikFood
Jakarta -

Menghangatkan makanan sisa sering dilakukan karena makanan berlimpah saat lebaran. Ini 5 makanan yang sebaiknya tak dihangatkan dan bahayanya.

Terdapat bahaya makanan yang dihangatkan lebih dari satu kali. Kebiasaan menghangatkan makanan ini bisa memicu masalah kesehatan tubuh, mengingat tidak semua makanan boleh dihangatkan kembali.

Dikutip dari CNN Indonesia (15/5) ada beberapa jenis makanan tertentu yang apabila dihangatkan justru bisa menghasilkan zat racun dan membahayakan tubuh.

"Tidak semua jenis makanan dapat dipanaskan ulang, terutama makanan yang memiliki kandungan protein tinggi," ujar ahli nutrisi Lokendra Tomardalam Food Ndtv.

Selain itu, bahaya makanan dihangatkan lebih dari satu kali dapat mengubah zat pada makanan menjadi karsinogenik yang memicu sel kanker.

Umumnya, makanan yang dipanaskan ini telah melalui proses pemanasan pertama lalu pendinginan seperti dari dalam kulkas dan kembali dipanaskan.

Di tahap pendinginan tersebut ada kemungkinan bakteri berkembang biak dengan mudah, kemudian menjadi kebal ketika memasuki proses pemanasan yang kurang tepat.

Makanan dalam wadah tertutup yang disimpan di bawah suhu 4 derajat Celcius apabila ingin dipanaskan lagi, pastikan suhunya harus mencapai 70-80 derajat Celcius.

Pasalnya, jika makanan yang dipanaskan melebihi suhu 70-80 derajat Celcius, maka kandungan gizinya dipastikan rusak.

sayur sop or vegetable with chicken soup indonesian culinary5 Makanan yang Tak Boleh Dihangatkan Lebih dari Sekali. Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto

Makanan yang Tidak Boleh Dihangatkan

Di bawah ini ada sejumlah makanan yang tidak boleh dihangatkan kembali:

1. Sayuran Hijau

Beberapa jenis sayuran tertentu seperti bayam, kangkung, seledri, lobak, wortel, memiliki kandungan nitrat tinggi.

Sayuran kaya nitrat ketika dipanaskan berulang kali bisa berubah menjadi racun, karena melepaskan karsinogenik yang bersifat kanker.

Selain itu, sayuran hijau yang dihangatkan berulang dapat mengoksidasi kandungan zat besi. Oksidasi zat besi menghasilkan radikal bebas berbahaya sebagai sumber penyakit.

2. Nasi

Menurut Badan Standar Makanan Inggris (FSA), nasi yang dihangatkan lebih dari satu kali bisa menjadi racun.

Terlalu lama menyimpan nasi mengundang pertumbuhan bakteri Bacillus Cereus yang menghasilkan spora beracun. Bahkan setelah nasi dipanaskan dan didiamkan pada suhu ruangan, kandungan spora dapat berkembang biak, serta berisiko menyebabkan keracunan makanan saat dikonsumsi.

3. Telur

Telur merupakan salah satu sumber protein tinggi. Tetapi, telur dapat menjadi sebab keracunan seseorang apabila dipanaskan berulang.

Telur yang sudah dimasak sampai matang harus segera dikonsumsi dan sebisa mungkin hindari proses pemanasan kedua, karena telur berprotein tinggi mengandung nitrogen.

Unsur nitrogen berpotensi teroksidasi setelah mengalami pemanasan berulang, yang selanjutnya bisa menyebabkan kanker.

4. Daging Ayam

Olahan daging ayam memang nikmat. Tapi, jangan sampai kamu memanaskan kembali daging ayam yang sudah dimasak.
Sama dengan telur, daging ayam termasuk makanan berprotein tinggi. Apabila mengalami proses pemanasan berulang dapat mengganggu pencernaan.

Selain itu, daging ayam yang sudah digoreng jangan dipanaskan menggunakan minyak. Karena berisiko meningkatkan lemak jenuh dengan jumlah berlipat serta kalori.

5. Makanan Bersantan

Makanan yang mengandung santan lalu dipanaskan lebih dari satu kali, membuat kandungan asam lemaknya berubah menjadi lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol jahat.

Terlalu banyak LDL (lemak jahat) dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah, serta menyumbat aliran darah ke jantung dan otak.Di samping itu dampak buruk lain dari kelebihan lemak jahat berisiko sebabkan penyakit jantung, obesitas serta stroke.

Selain kehilangan nutrisi baik, bahaya makanan dihangatkan juga terbukti bisa menjadi penyakit mematikan. Untuk itu sangat disarankan tidak berlebihan dalam mengolah makanan.



Simak Video "Bikin Laper: Autentiknya Mie Sapi Pedas di Wo Ai Mie"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com