Biji Bunga Matahari, Camilan Enak Bernutrisi

- detikFood Kamis, 22 Mei 2014 15:41 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Bunga besar berkelopak kuning ini unik karena berbentuk seperti matahari dan kepalanya menghadap sang surya. Karena itulah namanya 'bunga matahari'. Ternyata tak hanya tampilannya yang cantik, bijinya yang bisa dimakan juga kaya nutrisi.

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) berasal dari Amerika. Bunga ini rata-rata memiliki batang setinggi tiga meter dengan diameter kepala 30 cm. Bunga matahari bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias, pakan ternak, maupun penghasil biji dan minyak.

Bagian yang sering disebut sebagai 'biji bunga matahari' sebenarnya adalah buah kurung (achene). Buah kering ini terdiri dari kulit semacam sekam yang mengandung inti. Karena tampilannya mungil dan keras seperti biji, secara umum bagian ini disebut 'biji'.

Biji bunga matahari diambil dari bunga-bunga tabung kecil di bagian tengah kepala bunga. Kulit bijinya berbentuk seperti tetesan air dengan warna hitam, abu-abu, atau bergaris hitam-putih, sedangkan biji di dalamnya berwarna hijau keabuan atau hitam.

Biji bunga matahari yang masih terlindungi kulitnya dijual sebagai kuaci untuk camilan. Rasanya sedikit mirip kacang, sementara teksturnya padat dan agak empuk.

Adapula produk biji bunga matahari yang sudah dikupas, biasanya untuk hiasan atau campuran roti, cake, muffin, sereal, yoghurt, dan salad. Biji bunga matahari juga bisa dibuat selai yang creamy atau susu untuk penderita alergi susu sapi.

Selain itu, biji bunga matahari juga bisa dipres untuk memperoleh minyaknya. Minyak bunga matahari bisa dipakai untuk minyak goreng atau diolah menjadi margarin. Rasanya ringan dan netral.

Biji bunga matahari sendiri kaya vitamin E dan tembaga. Dalam 35 gram saja bisa terkandung 82% vitamin E serta 70% tembaga dari rekomendasi asupan harian. Selain itu, biji bunga matahari juga mengandung asam linoleat, kaya serat, beberapa asam amino (terutama tryptophan), dan beberapa vitamin B (terutama thiamine, asam pantotenat, dan asam folat).

Selain itu, biji bunga matahari juga tinggi fitosterol yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol, rendah indeks glikemik, serta kaya protein dan mineral, termasuk magnesium.

Khasiat biji bunga matahari banyak, mulai dari meningkatkan produksi ASI, mencegah dementia, sampai mempertinggi gairah seks. Biji bunga matahari juga dipercaya dapat melawan kanker, baik untuk tulang dan kulit, mencegah serangan jantung, dan mengatasi inflamasi.

Bagaimanapun juga, jangan makan biji bunga matahari lebih dari seporsi atau sekitar 46 gram per hari. Jika mengonsumsinya berlebihan, Anda bisa mengalami overdosis B6 yang mengakibatkan mati rasa, kelebihan lemak dan kalori yang menyebabkan kegemukan, atau kebanyakan garam tambahan yang menaikkan tekanan darah.

Jika ingin membeli biji bunga matahari, pastikan kulitnya tak pecah atau kotor dan terasa padat. Kalau bijinya sudah dikupas, hindari yang berwarna kekuningan karena sudah tengik.

Cium aromanya untuk memastikan kesegarannya. Karena biji bunga matahari banyak mengandung lemak dan cepat tengik, sebaiknya simpan dalam wadah kedap udara di kulkas.



(fit/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com