×
Ad

Unik! Remaja 17 Tahun Ciptakan Tomat yang Rasanya Mirip Daging

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 22 Okt 2026 13:00 WIB
Foto: Site News
Jakarta -

Siapa sangka rasa tomat bisa seperti daging burger? Remaja 17 tahun ini mengembangkan tomat unik lewat rekayasa genetik yang juga berpotensi kaya zat besi.

Seorang remaja 17 tahun berhasil mengembangkan tanaman tomat unik yang diklaim memiliki rasa seperti daging sapi. Lewat rekayasa genetika, tomat ini diharapkan bisa menjadi alternatif sumber nutrisi bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan daging.

Dilansir dari People (21/10/2026), remaja bernama Gabriella Rothberg tersebut mengembangkan proyek bernama Impossible Vines. Proyek ini berfokus pada pengembangan tanaman tomat yang memiliki cita rasa menyerupai daging sekaligus mengandung nutrisi kaya zat besi.

Untuk menghasilkan tomat tersebut, Rothberg menggunakan teknik rekayasa genetika dengan bantuan bakteri Agrobacterium. Bakteri ini digunakan untuk memasukkan materi genetik ke dalam tanaman agar mampu menghasilkan heme, yaitu molekul yang mengandung zat besi dan berperan dalam menghasilkan cita rasa menyerupai daging.

Unik! Remaja 17 Tahun Ciptakan Tomat yang Rasanya Mirip Daging Foto: Site News

"Kamu bisa menggigit tomat dan rasanya akan seperti hamburger," ungkap Rothberg kepada Miami New Times.

Penggunaan heme sebenarnya bukan hal baru dalam pengembangan makanan nabati. Perusahaan Impossible Foods juga memanfaatkan molekul tersebut untuk menciptakan produk pengganti daging, dengan tambahan protein kedelai, minyak nabati, serta bahan lainnya.

Sementara itu, perusahaan Beyond Meat menggunakan bahan seperti kacang polong kuning, lentil merah, kacang fava, dan beras merah untuk menghasilkan produk nabati dengan karakteristik menyerupai daging.

Melalui akun Instagram proyek Impossible Vines, Rothberg turut membagikan proses pengembangan tomatnya. Ia memperlihatkan tahapan penelitian, mulai dari benih steril hingga tanaman yang berhasil tumbuh.

Unik! Remaja 17 Tahun Ciptakan Tomat yang Rasanya Mirip Daging Foto: Site News

Rothberg menunjukkan perkembangan salah satu tanaman yang awalnya hanya berupa potongan jaringan kecil pada Juni lalu.

"Dari sepotong daun kecil di cawan petri, kami menumbuhkan sel, tunas, hingga akhirnya akar," jelasnya.

Setelah itu, tanaman dipindahkan ke tanah dan secara bertahap dibiasakan dengan kelembapan lingkungan hingga mampu tumbuh dengan baik.

Rothberg mengembangkan Impossible Vines bersama seorang kandidat doktor dari University of Miami. Proyek tersebut juga telah mendapatkan paten pada Juni.

Tak sekadar menciptakan tomat dengan rasa unik, Rothberg berharap penelitiannya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat.

Menurutnya, apabila tomat tersebut mampu menyediakan zat besi yang mudah diserap tubuh dalam jumlah mencukupi, manfaatnya bisa sangat besar.

Konsumsi tomat ini bisa bermanfaat terutama bagi orang-orang yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas terhadap daging, termasuk ibu hamil di negara-negara berkembang.

Meski demikian, tomat tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum dipastikan kapan akan dijual secara bebas seperti tomat pada umumnya.



Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"

(sob/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork