Awas Jadi Sarang Bakteri! 5 Makanan Ini Jangan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Awas Jadi Sarang Bakteri! 5 Makanan Ini Jangan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 22 Okt 2026 16:30 WIB
Produsen Rice Cooker Ubah Puluhan Ton Nasi Sisa Uji Coba Jadi Bir
Foto: The Mainichi/iStock
Jakarta -

Pizza hingga nasi matang tak boleh dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Jika dilakukan, kondisi tersebut ideal jadi tempat berkembangnya bakteri.

Makanan sisa sering disimpan untuk dikonsumsi kembali pada waktu berikutnya. Namun, beberapa jenis makanan bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.

Kebiasaan membiarkan makanan di meja makan semalaman atau menyimpannya tanpa cara yang tepat dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini perlu diperhatikan, terutama pada makanan yang mudah rusak. Cara penyimpanan yang tepat penting untuk menjaga makanan tetap aman dikonsumsi.

Dikutip dari Eating Well (3/10) berikut 5 makanan yang mudah rusak jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.

1. Pizza

Freckles Pizza Studio di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Ilustrasi pizza. Foto: Hestianingsih/Wolipop

Pizza yang dibiarkan di suhu ruang terlalu lama berisiko menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Pakar keamanan pangan Vanessa Coffman, Ph.D., menyarankan pizza sisa disimpan di kulkas maksimal dua jam.

ADVERTISEMENT

Pizza mengandung keju serta topping daging dan sayuran matang yang rentan terkontaminasi bakteri. Coffman menjelaskan, bakteri dapat berkembang cepat ketika makanan berada di zona suhu berbahaya lebih dari dua jam.

"Agar tetap aman dikonsumsi keesokan harinya, pindahkan pizza ke piring dan simpan dalam kulkas sebelum dua jam. Saat akan disantap kembali, panaskan pizza hingga suhu bagian dalamnya mencapai 74 derajat Celsius," tutup Coffman.

2. Olahan Kentang

Olahan kentang, termasuk kentang panggang, berisiko memicu pertumbuhan bakteri jika dibiarkan di suhu ruang terlalu lama.

Pakar keamanan pangan Ashley Miller, M.P.H., CP-FS, REHS/RS, menjelaskan kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum penghasil racun.

"Kentang mengandung banyak air dan rendah asam. Jika dibungkus rapat dengan aluminium foil pada suhu ruang, kondisi minim oksigen dapat membuat spora Clostridium botulinum tumbuh dan menghasilkan racun," ujar Miller.

Untuk mengurangi risiko, kentang harus dijaga tetap panas atau segera didinginkan dengan kondisi aluminium foil dilonggarkan.

3. Buah dan Sayuran yang Dipotong

Ilustrasi buah segarIlustrasi buah segar Foto: dok. ChatGPT

Buah dan sayuran yang sudah dipotong sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang terlalu lama karena berisiko terkontaminasi bakteri.

Menurut pakar keamanan pangan Vanessa Coffman, Ph.D., bahan tersebut disimpan di kulkas maksimal dua jam setelah dipotong.

"Setelah buah dan sayuran dipotong, lapisan pelindung luarnya rusak sehingga bagian yang terbuka lebih rentan terhadap kontaminasi dan pertumbuhan bakteri," ujar Coffman.

Anjuran ini juga berlaku untuk buah dan sayuran yang disajikan di piring camilan atau diolah sebagai bagian dari hidangan.

Produk segar yang telah dipotong bahkan masuk dalam daftar pelacakan pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

4. Daging Olahan

Daging olahan siap santap atau deli meat sering dijadikan isian sandwich untuk bekal makan siang. Namun, daging ini berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri jika dibiarkan di suhu ruang terlalu lama.

"Pastikan daging tetap dingin jika tidak langsung dimakan," ujar Mary Angela Miller, M.S., RDN, LD, seorang ahli gizi. Ia menyarankan agar daging olahan disimpan dalam kondisi dingin untuk menjaga keamanannya.

Ia menyarankan penggunaan dua sumber pendingin, seperti dua kantong gel beku atau satu kantong gel beku dan botol air beku. Letakkan bekal di antara keduanya atau simpan di kulkas jika tersedia.

5. Nasi

White rice in bowlIlustrasi nasi putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

Siapa sangka, nasi yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang berisiko memicu pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan.

Pakar keamanan pangan Vanessa Coffman, Ph.D., menjelaskan nasi dapat mengandung spora bakteri Bacillus cereus yang tahan terhadap proses memasak.

"Ketika nasi matang dibiarkan di suhu ruang, spora ini dapat berkecambah sehingga bakteri berkembang biak dan menghasilkan racun yang menyebabkan penyakit bawaan makanan," ujar Coffman.

Bakteri ini juga dapat ditemukan pada makanan bertepung lain, seperti pasta dan kentang. Untuk mencegahnya, Mary Angela Miller menyarankan nasi dibagi ke dalam porsi kecil atau wadah dangkal agar lebih cepat dingin.

Prosesnya bisa dipercepat dengan merendam wadah nasi dalam air es sambil diaduk beberapa menit, lalu segera simpan di kulkas.

Halaman 2 dari 2
(raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads