×
Ad

Fakta Unik Ampo hingga Bonbon Te, 5 Kuliner Tradisional Berbahan Tanah

Diah Afrilian - detikFood
Senin, 12 Okt 2026 18:00 WIB
Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jakarta -

Beberapa makanan tradisional ternyata ada yang menggunakan tanah sebagai bahan utamanya. Di Haiti hingga Indonesia, ada olahan berbahan tanah yang bisa dimakan!

Praktik mengonsumsi tanah atau bahan mineral dari alam dikenal dengan istilah geophagy. Kebiasaan ini telah ditemukan di berbagai wilayah dunia dan memiliki latar belakang budaya hingga kepercayaan tertentu.

Tanah yang dikonsumsi tidak selalu berupa tanah biasa. Ada yang menggunakan tanah liat, lempung, atau material mineral tertentu yang diolah menjadi makanan, camilan, maupun bahan pelengkap hidangan tradisional.

Namun, praktik ini perlu dibedakan dari kebiasaan memasukkan tanah ke dalam makanan secara tidak sengaja. Tanah dapat mengandung logam berat, parasit, bakteri, dan kontaminan lain yang berisiko bagi kesehatan.

Berikut ini 5 makanan tradisional yang menggunakan tanah sebagai bahan bakunya:

Camilan ampo asal pulau Jawa menggunakan bahan dasar berupa tanah. Foto: Istimewa

1. Ampo

Ampo merupakan camilan tradisional yang dikenal di sejumlah daerah di Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Makanan ini terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan diproses menjadi gulungan atau lembaran tipis menyerupai camilan renyah.

Berbeda dari makanan ringan pada umumnya, ampo dibuat tanpa campuran bahan makanan lain. Tanah liat dipilih sebagai bahan utama dan diolah menggunakan teknik tradisional.

Ampo juga dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat setempat mengenai khasiatnya bagi tubuh. Namun, klaim manfaat kesehatan tersebut tidak boleh dianggap terbukti secara ilmiah.

2. Bonbon Te

Haiti memiliki makanan yang dikenal sebagai bonbon tè, yang secara harfiah dapat diartikan sebagai biskuit tanah. Camilan ini dibuat menggunakan tanah atau lempung yang dicampur dengan garam dan lemak nabati.

Bonbon tè pernah dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan rendah sebagai cara untuk mengatasi rasa lapar ketika makanan sulit diperoleh. Meski disebut biskuit, bahan utamanya bukan tepung terigu seperti pada kue kering biasa.

Makanan ini memiliki nilai gizi yang sangat terbatas. Konsumsi dalam jangka panjang juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, sehingga tidak dianjurkan sebagai pengganti makanan bergizi.



Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"


(dfl/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork