Tanpa disadari, beberapa makanan yang dikonsumsi sehari-hari sebenarnya secara alami mengandung alkohol. Apa saja ya?
Selain hadir di minuman, alkohol juga kerap ditemukan pada makanan. Bahkan dalam produk makanan dan minuman yang sering dikonsumsi sehari-hari.
Alkohol pada makanan biasanya terbentuk secara alami dari proses fermentasi atau sengaja ditambahkan dalam jumlah kecil sebagai pelarut rasa, pengawet, atau penguat aroma.
Kandungan alkohol di makanan tidak murni, melainkan etanol yang rendah dan biasanya tercampur dengan air serta komponen bahan makanan lainnya. Oleh karena itu mengonsumsi makanan ini tidak menyebabkan mabuk asalkan masih dalam batas wajar.
Makanan sehari-hari apa saja yang mengandung alkohol? Dilansir dari starinsider.com (23/7), berikut daftarnya!
1. Buah dan jus buah
Jenis buah dan jus buah tertentu sebenarnya mengandung alkohol rata-rata dalam jumlah tinggi. Khususnya untuk buah, seperti jeruk, apel, dan anggur yang mengandung antara 0,04-0,5% ABV.
ABV berarti 'alcohol by volume' yang berarti kadar atau persentase alkohol murni (etanol) di dalam suatu volume cairan minuman beralkohol.
Buah-buahan ini mengandung alkohol karena terjadi proses fermentasi alami saat gula di dalam buah diubah oleh ragi atau bakteri. Selain itu, buah yang sangat matang atau lewat masak juga bisa menyebabkannya mengandung alkohol karena ragi dari udara mulai memecah gula tersebut.
Jus buah juga termasuk yang dapat mengandung alokohol karena proses fermentasi alami oleh mikroorganisme atau penggunaan bahan perasa tambahan yang memakai pelarut beralkohol dalam proses pembuatannya.
Buahan-buahan segar juga mengandung gula dan ragi liar. Jika kemasan tidak steril atau jika jus disimpan terlalu lama dan terkenal panas, ragi bisa memecah gula menjadi alkohol dan gas.
2. Sayuran fermentasi
Sayuran fermentasi, seperti sauerkraut dan kimchi mengandung sedikit alkohol. Presentase kadar alkohol dalam sayuran fermentasi sulit diukur karena ada beberapa aspek yang dapat memengaruhi kadar tersebut, seperti penambahan bumbu dan pengolahan pasca-fermentasi.
Kandungan alkohol pada sayuran ini disebabkan karena mikroorganisme, seperti bakteri dan ragi yang mengubah gula alami di dalam sayuran menjadi alkohol, gas, dan asam.
Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
(aqr/adr)