Pour over dan drip coffee merupakan dua jenis metode penyeduhan kopi yang populer. Namun, apa perbedaannya dan mana yang kandungan kafeinnya lebih tinggi?
Selain mementingkan biji kopi yang dipakai, metode seduh yang dipilih juga memengaruhi rasa dan kualitas kopi. Terdapat banyak metode penyeduhan yang bisa disesuaikan, tetapi pour over dan drip coffee menjadi dua yang populer.
Kedua metode ini memiliki perbedaan pada alat yang digunakan. Pour over umumnya dilakukan secara manual atau manual brew dengan alat, seperti Hario V60 atau Chemex.
Sedangkan drip coffee identik dengan penggunaan mesin kopi tetes otomatis sekalipun beberapa masih mengandalkan cara manual.
Untuk mengetahui lebih detail terkait perbedaan metode penyeduhan ini beserta kandungan kafeinnya, berikut penjelasannya seperti dilansir dari realsimple.com (16/8/2025).
1. Pour over coffee
Seperti yang disebutkan sebelumnya, teknik pour over coffee tergolong sebagai metode manual yang menawarkan pengalaman menyeduh lebih personal.
Cara kerjanya yaitu dengan menuangkan air panas secara perlahan ke atas bubuk kopi melalui sebuah filter. Proses ini menghasilkan ekstrak kopi lebih jernih, bersih, dan kaya akan karakter.
Namun, metode ini membutuhkan ketelitian serta konsistensi dalam setiap variabel penyeduhan, lapor kopi.online (30/4).
Teknik penyeduhan tersebut menghasilkan cita rasa kopi lebih kompleks.
2. Drip coffee
Drip coffee dibuat dengan menuangkan air panas ke bubuk kopi bertekstur lebih kasar dari espresso. Filter kertas memisahkan bubuk dari cairan, lalu kopi dibiarkan menetes pada pot atau teko. Hasil akhirnya kopi lebih bersih, halus, dan kaya rasa.
Namun, kini tersedia alat dan mesin khusus untuk membuat drip kopi yang mengandalkan mesin listrik dan timer untuk mempermudah proses.
3. Perbedaan pour over vs drip coffee
Sederhananya pour over merupakan teknik menyeduh manual yang membutuhkan lebih banyak waktu dan perhatian. Bagi sebagian pecinta kopi, teknik ini menawarkan kontrol lebih besar di setiap langkah. Cara ini juga bisa meningkatkan cita rasa perlahan.
Di sisi lain, menurut pendiri Paul John Caffeine, drip coffee kurang presisi. Bukan berarti buruk, tetapi tidak akan menghasilkan kopi berlapis dan terekstraksi sempurna seperti pour over coffee.
Dari segi karakteristik, pour over menghasilkan kopi lebih bersih, menonjolkan rasa kompleks seperti buah atau bunga, tetapi butuh kontrol manual pada kecepatan tuang dan suhu.
Sedangkan drip coffee lebih praktis, cepat, dan konsisten untuk menyeduh kopi berkapasitas besar. Karakternya lebih bold dan seragam.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
(aqr/adr)