Di balik kesuksesan Chewy's Dessert, ada cerita perjuangan Jennifer Coppen menghadapi duka. Ia mengubah kesedihan menjadi semangat untuk bangkit demi sang anak.
Di balik manisnya dessert yang dijual Chewy's Dessert, tersimpan kisah yang begitu emosional dari pendirinya, artis dan selebgram Jennifer Coppen.
Bisnis kuliner tersebut ternyata lahir dari masa-masa terberat dalam hidup Jennifer setelah kepergian sang suami akibat kecelakaan.
Dalam podcast di YouTube Cinta Laura dan Paraswara (30/5) Jennifer mengaku sempat merasa hidupnya runtuh setelah kehilangan orang yang dicintainya.
Pada masa itu, ia tidak memiliki keinginan untuk bekerja, berbisnis, bahkan sekadar keluar rumah dan bertemu orang lain.
"Jujur waktu aku awal kehilangan suami aku, aku pikir ini adalah akhir dari segalanya. Aku nggak akan berbisnis, nggak mau keluar rumah, nggak mau ketemu siapa-siapa," ungkap Jennifer.
Kesedihan yang mendalam membuatnya ingin mengurung diri dan terus berduka. Namun, kehadiran sang putri menjadi alasan terbesar baginya untuk bangkit perlahan dari keterpurukan.
Ibu satu anak itu menyadari bahwa anaknya masih membutuhkan sosok ibu yang kuat dan hadir dalam hidupnya. Dari situlah ia mulai berusaha mengubah rasa kehilangan menjadi sesuatu yang lebih positif.
"Aku punya anak, anak aku masih butuh aku. Masih butuh ibu yang waras dan nggak gila. Jadi aku berusaha mengubah rasa sakit aku, rasa duka aku, kehilangan aku menjadi sesuatu yang positif," tuturnya.
Pilihan itu kemudian membawanya kembali ke dapur. Aktivitas baking yang sebelumnya hanya menjadi hobi perlahan berubah menjadi terapi untuk menghadapi kesedihan yang ia rasakan setiap hari.
Pemain series 'Kisah untuk Geri' itu mengaku masih sering menangis saat membuat kue. Namun, dibanding terus larut dalam kesedihan, ia memilih menyalurkan emosinya melalui proses baking.
"Itulah kenapa aku memulai untuk baking. Jadi tiap hari, daripada nangis terus atau terpuruk di kamar, aku mulai baking. Walaupun sambil baking aku juga sambil nangis," katanya.
Menurut Jennifer, kehilangan sang suami terasa sangat berat karena mereka baru saja memulai kehidupan baru bersama dan memiliki banyak rencana untuk masa depan.
Kepergian yang datang tiba-tiba membuatnya sadar bahwa ia tidak bisa terus hidup dalam duka. Dari proses itulah Chewy's Dessert akhirnya lahir.
Bukan sekadar bisnis kuliner, tetapi juga simbol perjalanan Jennifer dalam menerima kehilangan dan membangun kembali hidupnya.
Ia juga merasa kedekatannya dengan para penggemar menjadi salah satu alasan Chewy's Dessert mendapat sambutan hangat.
Sejak awal, Jennifer membagikan perjalanan bisnis tersebut secara terbuka melalui media sosial, mulai dari proses baking hingga kesehariannya bersama sang anak.
"Aku pengen dekat sama fans. Jadi dari awal aku tunjukin semua prosesnya seperti apa. Mereka tahu Chewy's dibuat pakai hati, mungkin itu yang membuat mereka penasaran mau coba," ujar Jennifer.
Chewy's Dessert sendiri menawarkan beragam dessert seperti banana pudding, cookies, brownies, dan cake. Harganya bervariasi, mulai sekitar Rp 30.000 hingga Rp 150.000 per menu.
Chewy's Dessert memiliki gerai di kawasan Canggu, Bali yang juga menjadi tempat produksi. Pengunjung bisa membeli langsung atau memesan produk mereka secara online.
Simak Video "Mengintip Bisnis Kuliner Japanese Fusion Rieta Amilia di Kemang"
(raf/adr)