Sate kambing jadi olahan favorit banyak muslim yang sudah dapat jatah daging kurban. Agar hasilnya empuk dan tak bau prengus, hindari kesalahan berikut ini ketika bakar sate kambing.
Membuat sate kambing sebenarnya gampang-gampang susah. Asal tahu triknya, kamu bakal dapat hasil daging empuk, tidak 'melawan' saat digigit, dan tanpa bau prengus.
Sebaliknya, ketika kamu asal membuat sate kambing, hasilnya bakal alot atau tidak matang sempurna. Nah, sebelum bakar-bakar sate dari hasil daging kurban, kenali dulu kesalahan yang masih sering dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5 kesalahan yang bikin sate kambing daging kurban alot
1. Langsung 'eksekusi' daging kambing
Setelah dapat daging kambing, jangan langsung eksekusi memotong-motong dan membakarnya jadi sate. Ini karena otot hewan masih menegang usai disembelih yang berakhir membuat sate keras nantinya.
Chef Budi Lee pernah mengungkap triknya pada detikFood. "Coba rendam daging dengan bawang merah, bawang putih, nanas, jahe dan kecap selama 2-3 jam. Proses ini bisa bantu empukkan daging."
Cara lainnya adalah dengan membungkus daging kambing pakai daun pepaya atau baluri dengan buah nanas yang sudah dihaluskan. Dua bahan ini terkenal sebagai pengempuk daging alami.
2. Pakai potongan daging yang tidak tepat
Chef Budi mengingatkan kalau tidak semua jenis potongan daging kambing cocok diolah jadi sate. Paling ideal adalah pakai daging has dalam atau luar.
"Kalau bagian lain, akan sedikit alot. Makanya banyak kalo orang Idul Adha nyate bilang dagingnya kayak karet. Karena memang kan pada saat pembagian daging kurban kan kita ga tau tuh bagian apa yang dikasih," ujarnya.
Namun, menurut chef Budi, hal ini bisa diminimalisir dengan proses marinasi daging yang tepat sebelum diolah.
3. Sembarangan potong daging
Pemotongan daging yang tepat berperan penting dalam menentukan keempukan sate. Caranya, lihat alur serat daging. Ikuti arah serat untuk memotong daging.
Kamu juga perlu buang urat (lapisan tipis berwarna putih) pada daging kambing. Jika salah potong tidak mengikuti serat dan urat-urat tidak dibuang maka daging jadi liat.
4. Tusuk satenya tidak tepat
Di pasaran ada beberapa jenis tusuk sate. Untuk bikin sate kambing, pilihlah tusuk bambu pipih.
Bentuknya berupa bilah bambu yang agak lebar dengan ujung sangat runcing. Jenis tusuk sate ini lebih tahan panas dan cocok untuk menusuki irisan daging yang tebal seperti daging kambing.
5. Mengisi setusuk sate dengan banyak daging
Banyak orang berpikir mengisi tusukan sate dengan sekaligus banyak potongan daging akan mempercepat proses bikin sate kambing. Namun, cara ini tidak tepat.
Idealnya dalam satu tusuk sate berisi 3 potongan daging dan 1 selipan lemak. Celupkan sate ini ke dalam bumbu kocokan yang agak encer hingga rata. Isi bumbu kocokan ini terdiri dari campuran bumbu kacang, kecap, dan sedikit air kaldu.
Sate dibakar dalam bara api sampai setengah matang. Kemudian sate diangkat dan dicelupkan lagi ke bumbu kocokan, supaya bumbu lebih menyerap. Terakhir, bakar kembali sate hingga matang sempurna. Keseluruhan proses pembakaran memakan waktu sekitar 5-10 menit.
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN