×
Ad

Jangan Salah Pilih! Ini 3 Jenis Ragi yang Bikin Hasil Baking Lebih Maksimal

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 08 Mei 2026 06:00 WIB
Foto: Getty Images/Cristian Storto Fotografia
Jakarta -

Serupa tapi tak sama, ada beberapa jenis ragi yang berbeda fungsi dan karakternya. Agar roti atau kue mengembang dengan sempurna, perhatikan perbedaan ini.

Ragi merupakan salah satu bahan paling penting dalam dunia baking. Ragi punya peran penting dalam pembuatan roti, pizza, hingga berbagai jenis pastry.

Tanpa ragi, adonan tidak akan mengembang dan menghasilkan tekstur lembut yang diinginkan. Secara ilmiah, ragi adalah mikroorganisme bersel tunggal bernama Saccharomyces cerevisiae.

Ragi memiliki beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda. Setiap jenis ragi memiliki cara penggunaan, tekstur, serta hasil akhir yang berbeda pada adonan sehingga penggunaannya harus tepat.

Berikut ini 3 perbedaan jenis ragi dilansir dari Real Simple:

Ragi kering aktif paling populer untuk digunakan baking pada skala rumahan. Foto: Getty Images/Cristian Storto Fotografia

1. Active Dry Yeast (Ragi Kering Aktif)

Active dry yeast merupakan jenis ragi yang paling populer dan sering digunakan oleh para pembuat roti rumahan. Ragi ini biasanya dijual dalam bentuk butiran kering dengan tekstur kasar menyerupai pasir halus.

Dalam kondisi kemasan, ragi ini sebenarnya masih hidup, tetapi berada dalam keadaan dorman atau "tidur". Sebelum digunakan, active dry yeast harus diaktifkan terlebih dahulu melalui proses proofing.

Caranya adalah dengan melarutkannya dalam air hangat dengan suhu sekitar 38-43°C. Jika ragi masih aktif, akan muncul busa atau gelembung di permukaan cairan sebagai tanda bahwa fermentasi telah dimulai.

Kelebihan dari active dry yeast adalah daya simpannya yang cukup lama serta kemudahan dalam penyimpanan. Namun, proses aktivasi yang diperlukan membuatnya sedikit kurang praktis dibandingkan jenis lainnya.2. Ragi Instan (Instant Yeast)

Instant yeast merupakan versi yang lebih modern dan praktis dibandingkan active dry yeast. Bentuknya lebih halus dengan ukuran granula yang lebih kecil sehingga lebih cepat menyerap cairan.

Salah satu keunggulan utama dari instant yeast adalah tidak perlu melalui proses proofing sebelum digunakan. Ragi ini dapat langsung dicampurkan ke dalam bahan kering seperti tepung.

Beberapa varian instant yeast dirancang khusus untuk mempercepat proses pengembangan adonan, seperti rapid-rise atau quick-rise yeast. Risiko penggunaan ragi ini terdapat pada kontrol waktu penting.

Ragi instan yang tidak diperhatikan pengembangannya dapat membuat adonan overproof atau mengembang berlebihan. Hasilnya akan terlihat setelah roti atau kue selesai dipanggang.




(dfl/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB