Ini Bedanya Ragi Aktif vs Ragi Instan untuk Pembuatan Roti

Ini Bedanya Ragi Aktif vs Ragi Instan untuk Pembuatan Roti

Atiqa Rana - detikFood
Minggu, 28 Jun 2026 10:00 WIB
Jangan Salah Pilih! Ini 3 Jenis Ragi yang Bikin Hasil Baking Lebih Maksimal
Foto: Getty Images/Cristian Storto Fotografia
Jakarta -

Ragi menjadi salah satu bahan utama dalam pembuatan roti. Jenisnya ada ragi aktif dan ragi instan yang keduanya memiliki perbedaan signifikan.

Ragi merupakan sebuah mikroorganisme penting dalam pembuatan roti. Bahan ini terbuat dari mikroskopis yang tergolong dalam kelompok fungi dan genus Saccharomyces.

Ragi memiliki kemampuan luar biasa dalam proses fermentasi roti. Dalam proses fermentasi tersebut, ragi akan mengubah gula dan pati menjadi gas karbondioksida (CO2). Gas yang terperangkap ini menjadikan roti mengembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ragi juga membantu melembutkan gluten berkat enzim yang memecah kandungan gluten tersebut. Jika gluten lembut, maka hasil rotinya juga semakin empuk dan unik, lapor richs.co.id. Namun, jenis ragi ada beragam. Dua di antaranya adalah ragi aktif dan ragi instan yang punya fungsi serupa, tetapi cara kerjanya berbeda.

ADVERTISEMENT

Mengenal ragi aktif

Jangan Salah Pilih! Ini 3 Jenis Ragi yang Bikin Hasil Baking Lebih MaksimalAda beberapa jenis ragi yang perlu diketahui sebelum digunakan. Foto: Getty Images/Cristian Storto Fotografia

Ragi aktif merujuk pada bentuk ragi kering yang harus diaktifkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Ragi ini terdiri dari sel-sel yang dikeringkan dan digiling menjadi bentuk butiran halus. Biasanya ragi ini dijual dalam bentuk kemasan botol atau sachet.

Sebelum digunakan, ragi aktif perlu dicampur dengan air hangat dan gula terlebih dahulu. Proses pengaktifannya memakan waktu 5-10 menit. Hal ini penting dilakukan karena organisme dalam ragi aktif tetap dalam keadaan dorman sampai diaktifkan oleh air dan gula.

Jika ragi aktif sudah tersimpan lama di lemari dan ketika digunakan gagal aktif dengan baik, kemungkinan besar ragi tersebut sudah melewati masa terbaiknya. Ragi aktif yang sudah kedaluwarsa juga tidak akan menghasilkan gelembung berbusa ringan saat ditambahkan ke air.

Masa simpan ragi aktif juga lebih pendek daripada ragi instan. Ragi aktif bisa bertahan hingga 2 tahun sejak tanggal produksi jika memang belum dibuka dan disimpan dalam tempat sejuk.

Mengenal ragi instan

Above shot, dark background, room for copy.Ragi yang dipilih akan menentukan bagaimana hasil roti. Foto: iStock

Pada dasarnya ragi instan punya karakteristik serupa dengan ragi aktif kering. Karena itu, sering kali kedua jenis ragi ini dianggap sama.

Namun ragi instan yang berbentuk butiran kecil ini teksturnya lebih halus. Ragi instan juga lebih praktis, bisa dapat langsung dicampur dengan bahan-bahan roti dan membuat adonan roti mengembang lebih cepat.

Meskipun praktis dan cepat, ragi ini tetap membutuhkan perhatian khusus. Suhu dan kelembapan nya tidak boleh terlalu kering atau terlalu basah, karena bisa menghambat proses fermentasi.

Namun, penggunaan ragi instan bisa menghasilkan roti lebih ringan dan berongga, cocok jika kamu ingin membuat roti dengan cepat.

Masa simpan ragi instan tergantung dari kondisi kemasannya. Jika belum dibuka bisa bertahan hingga 1 hingga2 tahun sesuai tanggal kedaluwarsa. Namun jika sudah dibuka, ragi harus dipindahkan ke wadah kedap udara dan disimpan dalam kulkas atau freezer agar bisa aktif sampai 3-6 bulan.




(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads