Kerak Telor Jadi Ikon Kuliner Betawi, Ini 4 Fakta Menariknya!

Kerak Telor Jadi Ikon Kuliner Betawi, Ini 4 Fakta Menariknya!

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 22 Jun 2026 15:30 WIB
kerak telor
Foto: Istimewa
Jakarta -

Kerak telor banyak dicari selama perayaan HUT Kota Jakarta. Rasanya yang gurih khas banyak digemari. Di balik popularitasnya, ada fakta yang mungkin belum banyak diketahui.

HUT Jakarta menjadi momentum untuk merayakan akar identitas sekaligus melestarikan warisan budaya. Salah satu bentuk perayannya yaitu dengan mengeksplorasi kuliner Betawi yang sarat akan sejarah dan tradisi.

Kerak telor pun menjadi salah satu jajanan khas Jakarta yang banyak dicari. Terlebih ketika penjual kerak telor meramaikan sejumlah acara, seperti PRJ (Pekan Raya Jakarta).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan tradisional ini terbuat dari campuran beras ketan putih, telor ayam atau bebek, ebi, serta taburan bawang goreng, dan kelapa sangrai. Perpaduan bahan dengan proses masak yang khas menghasilkan perpaduan rasa gurih, sedikit manis, dan asin.

ADVERTISEMENT

Terlepas dari popularitasnya, kerak telor sebenarnya juga memiliki sejarah dan perjalanan panjang. Bahkan, untuk membuatnya masyarakat Betawi tempo dulu hanya memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.

Berikut fakta menarik seputar kerak telor:

1. Muncul pada masa kolonial Belanda

Kerak TelorKerak Telor sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Foto: Shutterstock

Makanan khas Betawi ini diyakini muncul pada masa kolonial Belanda, ketika Batavia berkembang menjadi pusat perdagangan dan pertemuan budaya.

Kemunculan kerak telor bisa dibilang atas dasar ketidaksengajaan. Dilansir dari senibudayabetawi.com (27/10/2023), saat penjajahan VOC di Indonesia, orang Belanda yang terbiasa mengonsumsi omelet mi berkeinginan mengonsumsi makanan yang serupa tetapi lebih sehat. Lalu, sekelompok orang Betawi Menteng berinisiatif mencari alternatif.

Karena pada masa itu makanan berbahan telur dianggap cukup bergengsi dan tidak mampu dijangkau semua keluarga, akhirnya beras ketan dicampur bersama telur.

Masyarakat Betawi juga memanfaatkan bahan apa saja yang ada di sekitar. Sebagai pelengkap, mereka pun menambahkan bahan lain, seperti udang kering atau ebi, garam, merica, telur atau dan telur bebek, serta kelapa. Kebetulan saat itu kelapa merupakan bahan yang sangat melimpah.

2. Teknik memasak tradisional Betawi

kerak telorkerak telor dibuat menggunakan proses memasak yang cukup unik. Foto: Istimewa

Selain bahan-bahan yang unik dan khas, cara membuat kerak telor juga sering menjadi sorotan. Salah satunya bahan dasar beras ketan yang harus direndam selama satu malam agar melunak tanpa dimasak.

Selain itu, makanan ini dibuat dengan cara membalik wajan di atas anglo atau tungku kecil untuk mematangkan telurnya. Teknik ini berakar dari cara memasak masyarakat Betawi kampung yang tidak terbiasa dengan kompor modern.

Di dapur orang Betawi, tungku arang merupakan sumber panas utama yang penggunaannya menghasilkan kontrol panas lebih stabil dan aroma smokey alami.

Pedagang kerak telor juga biasanya menggunakan arang dari batok kelapa atau arang kayu rambutan karena membuat masakan lebih harum. Proses pembuatannya pun memakan waktu yang cukup lama.

3. Hidangan istimewa dalam acara adat

Kerak telor dulunya tidak dijual bebas seperti sekarang. Hidangan ini lebih sering dihidangkan pada acara spesial, seperti syukuran, hajatan kecil, atau kegiatan komunitas kampung Betawi.

Alasanya karena pembuatan kerak telor yang mengandalkan telur bebek dan kelapa sangrai. Kedua bahan ini dianggap mewah pada zamannya, sehingga lebih spesial disajikan kepada tamu.

Kerak telor juga merepresentasikan keramahtamahan masyarakat Betawi yang suka menjamu tamu dengan hidangan terbaik.

4. Ikon kuliner Betawi

Penjual kerak telor legendarisPenjual kerak telor legendaris di PRJ. Foto: Detikcom

Pada tahun 1970-an, masyarakat Betawi mulai menjual kerak telor di sekitar Tugu Monumen Nasional. Namun, lama kelamaan banyak penjual menjajakan makanan ini di tempat lain.

Selain itu, kerak telor juga semakin dikenal karena selalu hadir pada acara Pekan Raya Jakarta (PRJ) sejak 1968. Acara tahunan ini menjadikan kerak telor sebagai salah satu makanan yang paling dicari.

Pada awal PRJ muncul, kerak telor dinilai unik dibandingkan makanan lain karena tidak hanya menawarkan rasa tetapi juga pertunjukan memasak langsung. Banyak warga luar Jakarta pun tertarik dengan hal ini kemudian memperkenalkanya ke lingkungan masing-masing.

Dari situlah akhirnya kerak telor semakin disorot dan selalu ada dalam acara kebudayaan Betawi maupun festival kuliner Jakarta.

Halaman 2 dari 2
(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads