Harga plastik yang semakin mahal membuat banyak orang mencari alternatif untuk menyimpan makanan. Banyak wadah yang lebih ramah lingkungan dan cocok sebagai pengganti plastik. Berikut daftarnya.
Konflik geopolitik di Timur Tengah yang terus berlanjut membuat harga minyak global naik dan akhirnya berdampak pada harga plastik di Indonesia. Banyak pedagang yang harus menaikkan harga plastik sampai tiga kali lipat.
Plastik sendiri masih jadi primadona untuk membungkus makanan, menyimpan makanan, sampai untuk membawa makanan. Padahal, ada banyak wadah alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan selain plastik.
Karena selain berpotensi menambah limbah, penggunaan plastik juga dapat berdampak pada kesehatan dan lingkungan dalam jangka panjang.
Dilansir dari Meghan Telpner (10/04/2026), berikut lima cara menyimpan makanan tanpa plastik yang bisa menjadi pilihan.
1. Stoples Kaca (Mason Jar)
Stoples kaca atau mason jar menjadi salah satu pilihan populer untuk menyimpan makanan tanpa plastik. Wadah ini tersedia dalam berbagai ukuran dan relatif terjangkau. Selain membeli baru, orang-orang juga bisa memanfaatkan kembali botol kaca bekas makanan yang sudah dibersihkan dengan menyeluruh.
Stoples kaca dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis makanan, mulai dari sup, saus, biji-bijian, hingga sayuran yang telah dipotong. Selain praktis, wadah ini juga membantu menjaga kualitas makanan lebih baik. Meski lebih berat dibandingkan plastik, penggunaannya dinilai lebih aman dan ramah lingkungan dalam jangka panjang.
2. Wadah Makanan Kaca
Selain stoples kaca, wadah makanan berbahan kaca juga menjadi alternatif yang banyak digunakan untuk menyimpan makanan di rumah. Bentuknya yang lebih beragam membuatnya cocok untuk menyimpan makanan seperti sayuran, makanan berkuah, hingga makanan matang.
Wadah ini umumnya dilengkapi tutup yang rapat dan mudah dibuka, sehingga praktis untuk bekal sehari-hari. Material kaca yang digunakan biasanya tahan panas dan aman untuk dicuci berkali-kali. Selain itu, wadah kaca tidak mudah menyerap bau atau warna makanan sehingga kualitas makanan tetap higienis.
3. Aneka Daun Pembungkus Makanan
Berbagai jenis daun di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembungkus makanan yang ramah lingkungan, serta untuk mengurangi penggunaan plastik. Misalnya daun jambu air yang kerap digunakan untuk membungkus tape dan nasi jamblang, sekaligus memberi warna alami pada makanan.
Ada juga daun talas yang lebar dan lentur cocok menampung makanan tanpa mudah robek. Daun bambu juga digunakan setelah melalui proses perebusan agar lebih fleksibel dan biasanya digunakan untuk membungkus bakcang.
Tentunya daun pisang yang selama ini primadona jadi pembungkus makanan juga tetap jadi alternatif ramah lingkungan. Daun pisang bisa digunakan sebagai pembungkus nasi, aneka kue, hingga alas makan.
Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"
(sob/adr)