Soft serve atau es krim dengan rasa cokelat banyak diminati. Membandingkan antara tiga merek ternama, begini perbedaan rasa antara setiap mereknya.
Es krim menjadi salah satu kudapan yang disukai berbagai kalangan. Es krim yang bisa dipadukan dengan berbagai rasa juga membuatnya mudah diterima.
Salah satunya es krim soft serve cokelat yang populer. Di Jakarta, banyak es krim soft serve ditawarkan, mulai dari yang dibanderol dengan harga ekonomis sampai yang premium sekalipun.
Perbedaannya terdapat pada kandungan lemak hingga bahan-bahan yang digunakan. Kali ini tim detikFood mencoba membandingkan antara es krim ekonomis yang harganya Rp20 ribuan, es krim menengah seharga Rp35 ribuan, dan es krim premium yang harganya mencapai Rp100 ribuan.
Mencicipi tiga merek es krim populer, kira-kira mana yang lebih worth it?
Harga Murah vs Mahal
Tim detikFood membandingkan soft serve cokelat yang populer. Ada tiga merek yang kami pilih yaitu Luuca, Pipiltin Cocoa, dan Godiva.
Pada merek Luuca, kami mendapatkan es krim cokelat seharga Rp20 ribu yang disajikan menggunakan cone. Adalah menu Verona Chocolate yang kami pesan sebab menjadi salah satu menu yang paling laris dari merek lokal asli Indonesia ini.
Kedua, kami memilih Pipiltin Cocoa yang juga terkenal akan es krim cokelatnya. Kami memesan es krim dalam versi cone dan cup yang harganya masing-masing dibanderol Rp35 ribuan. Pipiltian Cocoa juga merupakan merek asli Indonesia.
Kemudian, kami memeilih Godiva sebagai es krim premium untuk dibandingkan dengan kedua es krim lainnya. Godiva hanya menyediakan es krim cone, untuk pilihan cup hanya bisa dipesan sebagai tambahan wadah saja. Harga sebuah es krim cokelat di sini dibanderol Rp99 ribu dengan tambahan cup seharga Rp5 ribu.
Kandungan Lemak
Hal pertama yang kami soroti adalah kandungan fat atau lemak pada es krimnya. Kandungan lemak pada es krim menentukan kehalusan bulir yang dapat dirasakan ketika es krim masuk ke dalam mulut.
Pada faktor ini Godiva memiliki tekstur yang paling halus. Walaupun halus, tetapi konsistensi yang creamy terasa pada es krim Godiva. Artinya es krim merek ini memiliki kandungan lemak tertinggi dibandingkan dengan merek lainnya.
Sementara untuk Pipiltin Cocoa punya tekstur yang menengah. Saat masuk ke dalam mulut terasa tektsurnya cukup halus, tidak kasar, hanya saja tidak sehalus dan selembut Godiva. Ini menandakan kandungan lemaknya lebih sedikit daripada Godiva.
Pada es krim merek Luuca, teksturnya terasa lebih kasar. Bahkan kami bisa merasa bulir khas dari es yang membeku. Jika dibandingkan dengan Godiva dan Pipiltin Cocoa berdasarkan teksturnya, maka es krim ini memiliki kadar lemak yang lebih rendah.
Simak Video "Roti Asal Korea Kini di Blok M"
(dfl/adr)