Hidangan khas lebaran selalu meramaikan suasana hari raya. Namun ternyata, ada makanan khas lebaran dari masa lalu yang kini sudah langka, lho!
Lebaran identik dengan hidangan khas yang menggugah selera. Ketupat, opor ayam, hingga rendang seolah menjadi menu wajib yang tak pernah absen di meja makan saat hari raya tiba.
Namun di balik itu, ada sejumlah hidangan tradisional yang dulunya juga populer saat Lebaran. Sayangnya, beberapa hidangan tersebut kini mulai langka disajikan.
Perubahan gaya hidup hingga sulitnya bahan baku membuat beberapa makanan ini perlahan ditinggalkan. Padahal, kuliner-kuliner ini menyimpan cita rasa khas dari berbagai daerah Indonesia.
Berikut ini 5 hidangan lebaran yang mulai langka dilansir dari beberapa sumber:
1. Sayur Babanci
Sayur babanci merupakan kuliner khas Betawi yang dulu sering hadir saat Lebaran. Meski disebut 'sayur', hidangan ini justru tidak mengandung sayuran sama sekali.
Hidangan ini menyajikan olahan daging dengan kuah santan kaya rempah. Keunikan sayur babanci terletak pada penggunaan hingga 21 jenis bumbu.
Sayangnya, banyak bahan seperti akar angin atau kedaung kini sulit ditemukan yang membuat penyajiannya semakin langka. Selain itu, proses memasaknya yang kompleks juga membuat hanya sedikit orang yang masih mampu membuatnya.
2. Geseng Bangsong
Geseng bangsong adalah hidangan khas Banyuwangi. Geseng bangsong lebih sering disajikan saat acara besar seperti perayaan hari raya Idul Fitri.
Olahan ini menggunakan daging itik (entok) dengan cita rasa pedas dan asam yang khas. Namun, keberadaan geseng bangsong kini semakin jarang ditemukan.
Hidangan ini hanya ditemukan di daerah tertentu dan tidak banyak diwariskan ke generasi berikutnya. Faktor keterbatasan wilayah dan minimnya regenerasi menjadi penyebab utama kelangkaannya.
Simak Video "Mengenal Makanan Tradisional Jambi, Lekat dengan Makna Gotong Royong"
(dfl/adr)